Mahasiswa pengabdian masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Sub Kelompok 3 berhasil melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui pengembangan produk turunan hasil pengolahan sampah organik dan anorganik di Desa Raci Kulon, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Program ini bertujuan mengoptimalkan nilai ekonomi limbah dengan mengembangkan produk kreatif berupa Lampu Hias Botol Kaca LED, Vas Bunga Botol Kaca Daur Ulang, serta Pupuk Organik Kering Kemasan sebagai bentuk penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG).
Kegiatan yang dilaksanakan selama Juni hingga Juli 2026 ini berangkat dari hasil observasi tim pengabdian masyarakat yang menemukan bahwa hasil pengolahan sampah di Desa Raci Kulon masih belum dimanfaatkan secara optimal. Botol kaca bekas umumnya hanya dijual sebagai barang bekas dengan nilai ekonomi yang rendah, sedangkan sampah organik belum diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Selain itu, masyarakat juga masih menghadapi keterbatasan dalam pengembangan produk kreatif, manajemen usaha, serta strategi pemasaran.
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, tim mahasiswa pengabdian masyarakat menyelenggarakan serangkaian kegiatan berupa sosialisasi, demonstrasi pembuatan produk, praktik langsung bersama masyarakat, pendampingan, hingga evaluasi program. Dalam kegiatan ini, masyarakat diajarkan cara mengolah botol kaca bekas menjadi lampu hias dan vas bunga yang memiliki nilai estetika, serta mengembangkan hasil komposter aerob menjadi pupuk organik kering yang dikemas dan diberi label agar siap dipasarkan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan mengenai pengemasan, pelabelan, branding, dan strategi promosi produk guna meningkatkan daya saing hasil olahan sampah.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya mampu mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat, tetapi juga dapat melihat peluang usaha dari produk-produk tersebut. Dengan demikian, pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap salah satu anggota tim pengabdian masyarakat.
Ketua Tim Pengusul, Achmad Naufal Irsyadi, S.Hum., M.Li., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat melalui penerapan Teknologi Tepat Guna yang berorientasi pada pemberdayaan. Melalui pendampingan yang dilakukan, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha berbasis lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat Desa Raci Kulon. Sebanyak 13 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias, mulai dari sosialisasi hingga praktik pembuatan produk. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa masyarakat telah memahami proses pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi serta memperoleh keterampilan dasar dalam pembuatan Lampu Hias Botol Kaca LED, Vas Bunga Botol Kaca Daur Ulang, dan Pupuk Organik Kering Kemasan. Selain menghasilkan produk, program ini juga melahirkan media promosi berupa desain label dan poster sebagai pendukung pemasaran.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa pengabdian masyarakat Untag Surabaya berharap masyarakat Desa Raci Kulon dapat terus mengembangkan inovasi produk berbasis pengelolaan sampah sehingga mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi, memperluas peluang usaha, serta mewujudkan pengelolaan lingkungan yang lebih kreatif dan berkelanjutan.
#UntagSurabaya #KitaUntagSurabaya #KKNUntagSurabaya #UntagSurabayaKeren
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































