Permasalahan sampah organik masih menjadi tantangan yang dihadapi banyak desa, termasuk Desa Raci Kulon, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Sub Kelompok 4 menghadirkan program Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa komposter aerob sebagai solusi sederhana untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang bermanfaat.
Program yang dilaksanakan pada Juni hingga Juli 2026 ini diawali dengan observasi lapangan dan diskusi bersama perangkat desa serta masyarakat. Dari hasil pengamatan, tim KKN menemukan bahwa sebagian besar sampah organik rumah tangga, seperti sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan dedaunan, belum dimanfaatkan secara optimal. Sampah tersebut umumnya dibuang atau dibakar, padahal masih memiliki potensi untuk diolah menjadi pupuk organik yang dapat digunakan kembali.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim KKN memperkenalkan komposter aerob sebagai alternatif pengelolaan sampah yang praktis, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan. Sistem ini memanfaatkan bantuan mikroorganisme aerob dengan sirkulasi udara yang baik sehingga proses penguraian berlangsung lebih cepat, minim bau, dan menghasilkan kompos yang berkualitas.
“Kami berharap komposter aerob ini tidak hanya menjadi alat, tetapi juga menjadi awal terbentuknya kebiasaan baru masyarakat dalam mengelola sampah organik. Dengan cara yang sederhana, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi pupuk yang bermanfaat untuk tanaman,” ungkap salah satu mahasiswa KKN Sub Kelompok 4.
Selain menyerahkan unit komposter, mahasiswa juga mengadakan sosialisasi dan pelatihan kepada warga mengenai proses pengomposan yang benar. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pemilahan sampah organik, cara menjaga keseimbangan bahan basah dan bahan kering, teknik pengadukan, hingga pemanfaatan kompos sebagai pupuk alami. Tim juga menyerahkan buku panduan penggunaan dan perawatan komposter agar masyarakat dapat mengoperasikan alat tersebut secara mandiri setelah program KKN berakhir.
Ketua Tim Pengusul, Achmad Naufal Irsyadi, S.Hum., M.Li., menyampaikan bahwa penerapan teknologi tepat guna seperti komposter aerob merupakan salah satu bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada solusi nyata. Menurutnya, inovasi sederhana akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dapat diterapkan dan dipelihara secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Kehadiran komposter aerob mendapat sambutan positif dari warga Desa Raci Kulon. Selain membantu mengurangi penumpukan sampah organik, teknologi ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan hasil kompos sebagai pupuk bagi tanaman pekarangan maupun lahan pertanian. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif.
Melalui program ini, KKN Untag Surabaya Sub Kelompok 4 berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik terus meningkat. Komposter aerob diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus solusi berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat Desa Raci Kulon dalam jangka panjang.
#UntagSurabaya #KitaUntagSurabaya #KKNUntagSurabaya #UntagSurabayaKeren #SolusiTepatGunaKKN2026 #KomposterAerob #PengelolaanSampah #DesaRaciKulon #Gresik #SubKelompok4
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































