Gresik – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Desa Raci Kulon, Kabupaten Gresik, melalui pengembangan produk turunan berbasis hasil Teknologi Tepat Guna (TTG). Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Achmad Naufal Irsyadi, S.Hum., M.N.Li.
Program ini dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa yang terdiri atas Nadia Tri Aqila, Taqiyyan Nurlambang, Elisabeth Ivana, Jeilanzia Tersinha Soares Alves. Kegiatan difokuskan pada peningkatan nilai tambah hasil pengolahan sampah agar memiliki manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil observasi dan diskusi bersama mitra, tim menemukan bahwa hasil pengolahan sampah di Desa Raci Kulon masih dipasarkan dalam bentuk produk dasar sehingga memiliki nilai jual yang relatif rendah. Selain itu, masyarakat juga menghadapi kendala dalam pengembangan produk, pengelolaan usaha, dan strategi pemasaran. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk menghadirkan solusi berupa pengembangan produk turunan berbasis hasil Teknologi Tepat Guna (TTG).
Melalui program ini, botol kaca bekas hasil pemotongan diolah menjadi Lampu Hias Botol Kaca LED dan Vas Bunga Botol Kaca Daur Ulang, sedangkan hasil pengolahan komposter aerob dikembangkan menjadi Pupuk Organik Kering Kemasan. Inovasi tersebut menjadi bentuk penerapan konsep ekonomi sirkular, yaitu mengubah limbah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, demonstrasi pembuatan produk, praktik bersama masyarakat, pendampingan, hingga evaluasi program. Selain pelatihan teknis, masyarakat juga diberikan pendampingan mengenai pengemasan produk, pelabelan, branding, dan strategi pemasaran agar produk mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Menurut tim pengabdian masyarakat di desa Raci Kulon, keberhasilan suatu program pemberdayaan tidak hanya diukur dari jumlah produk yang berhasil dibuat, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mengembangkan dan memasarkan produk tersebut secara mandiri. Oleh karena itu, program ini dirancang untuk memberikan keterampilan yang dapat terus dimanfaatkan setelah kegiatan pengabdian selesai.
Melalui pendampingan dari DPL, Achmad Naufal Irsyadi, S.Hum., M.N.Li., mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar memahami kebutuhan masyarakat dan merancang solusi yang berkelanjutan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan inovasi yang memberikan manfaat nyata, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.
Dengan adanya pengembangan produk turunan berbasis Teknologi Tepat Guna, Desa Raci Kulon diharapkan mampu meningkatkan nilai jual hasil pengolahan sampah sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis ekonomi kreatif. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui inovasi, kreativitas, dan penerapan ilmu pengetahuan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































