Pasuruan —Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPN Veteran Jatim) resmi memulai rangkaian program pengabdian melalui kunjungan perdana yang dilaksanakan pada Minggu, 28 Juni 2026, di KUBE Mandiri Bersatu, Kelurahan Tambaan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi antara UPN Veteran Jatim, Lembaga Manajemen Infaq (LMI), dan KUBE Mandiri Bersatu dalam memperkuat kapasitas serta daya saing UMKM ikan asap Pasuruan.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPN Veteran Jatim) resmi memulai rangkaian program pengabdian melalui kunjungan perdana yang dilaksanakan pada Minggu, 28 Juni 2026, di KUBE Mandiri Bersatu, Kelurahan Tambaan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi, bersama dengan mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam mendukung suksesnya program. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Lembaga Manajemen Infaq (LMI) sebagai mitra pendamping yang selama ini membina KUBE Mandiri Bersatu. Kehadiran LMI menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi, memperkuat sinergi, serta menjembatani proses pendampingan antara perguruan tinggi dan kelompok usaha. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemberdayaan yang lebih terintegrasi sehingga proses peningkatan kapasitas usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kami berharap program ini tidak hanya menjadi kegiatan pendampingan, tetapi dapat
menjadi proses kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi KUBE Mandiri Bersatu.
Melalui program ini, kami ingin bersama-sama menggali kebutuhan mitra dan menghadirkan
solusi yang sesuai dengan kondisi serta potensi usaha yang dimiliki,” ujar Ibu Arum selaku
Ketua Tim Pengabdian.
Program pengabdian ini turut melibatkan LMI sebagai mitra pendamping yang selama ini
berperan dalam mendampingi dan membina KUBE Mandiri Bersatu. Kehadiran LMI menjadi bagian penting dalam memperkuat jembatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan kelompok usaha masyarakat. Melalui sinergi tersebut, proses pendampingan diharapkan dapat berlangsung secara lebih kontekstual dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan mitra di lapangan.
KUBE Mandiri Bersatu merupakan kelompok usaha produktif yang bergerak dalam bidang
budidaya ikan lele sekaligus pengolahan ikan asap di Kota Pasuruan. Kelompok usaha ini
memiliki potensi untuk terus dikembangkan, khususnya melalui penguatan kapasitas
produksi, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pemasaran. Namun, dalam
pengembangannya masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan, antara lain
aspek standardisasi proses produksi, keamanan dan standar pangan halal, penguatan identitas produk melalui visual branding, desain kemasan, serta optimalisasi pemasaran berbasis digital.
Sebagai tahap awal pelaksanaan program, kunjungan pertama difokuskan pada pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD), observasi lapangan, serta pengumpulan data baseline guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi eksisting mitra. Tim pengabdian bersama mitra mendiskusikan berbagai kebutuhan pengembangan usaha, mulai dari proses
produksi, teknologi pengasapan, visual branding, hingga strategi pemasaran. Data yang diperoleh pada tahap ini akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai bentuk intervensi program pada kunjungan berikutnya, termasuk pengembangan alat pengasapan yang sesuai kebutuhan, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), pengembangan identitas merek
dan kemasan, serta pendampingan menuju penerapan standar pangan halal.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pendampingan dan kolaborasi ini. Harapannya, melalui program ini usaha ikan asap KUBE Mandiri Bersatu dapat semakin berkembang, produk kami menjadi lebih dikenal, dan pemasaran bisa menjangkau lebih banyak konsumen,” ungkap perwakilan KUBE Mandiri Bersatu.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, lembaga pendamping, dan pelaku usaha, program pengabdian ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas KUBE Mandiri Bersatu secara menyeluruh sehingga produk ikan asap yang dihasilkan memiliki daya saing yang lebih kuat, memenuhi standar mutu dan keamanan pangan, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Kunjungan perdana ini menjadi pondasi penting bagi seluruh rangkaian program pengabdian yang akan dilaksanakan secara bertahap hingga seluruh target pemberdayaan dapat diwujudkan.
Penulis: Fauziah Larasati, ST., M.Ec. Dev., Faris Kurnia Hakim, S.EI., M.SEI., dan Abidatuz Zakiyah (Dosen dan mahasiswi UPN “Veteran” Jawa Timur)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































