Siaran Berita — Galon mineral bekas yang selama ini hanya tersimpan di rumah-rumah warga Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, kini memiliki fungsi baru dan lebih bernilai guna. Melalui Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), mahasiswa angkatan 8 Kuliah Kerja Nyata (KKN) PSDKU Universitas Brawijaya Kediri Tahun 2026 mengubah galon bekas menjadi media aquaponik sederhana yang mengombinasikan budidaya ikan lele dan sayuran dalam satu budidaya.
Inovasi yang diberi nama Aquaponik Go Galon tersebut diperkenalkan kepada warga RT 03, RW 01 Dusun Sempu pada Selasa (8/7/2026). Dengan Naufal Arrafi sebagai penanggung jawab kegiatan, program ini menjadi salah satu upaya dalam mendukung ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah.
Pengambilan inovasi tersebut berawal dari hasil observasi beberapa tahap yang dilakukan siswa selama pelaksanaan survei lokasi. Dari hasil identifikasi, menunjukkan masih banyak bekas galon yang tersimpan di rumah warga sejak digunakan sebagai tempat pengambilan udara pada tahun sebelumnya ketika pasokan udara di desa masih terbatas. Di sisi lain, sejumlah pekarangan rumah juga masih berpotensi untuk dimanfaatkan secara optimal.
“Dulu warga mengambil air menggunakan galon, jadi sampai sekarang masih banyak galon bekas yang masih disimpan di rumah,” ujar Bu Indah, salah satu warga Desa Sempu.
Melihat potensi tersebut, mahasiswa mengembangkan Aquaponik Go Galon sebagai Teknologi Tepat Guna (TTG) yang sederhana, mudah diterapkan, dan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar masyarakat. Dalam satu galon bekas, warga dapat membudidayakan ikan lele sekaligus menanam sayuran seperti kangkung, sawi, pakcoy, atau selada. Sistem aquaponik memanfaatkan udara dari budidaya ikan sebagai sumber nutrisi tanaman, sementara tanaman membantu menjaga kualitas udara sehingga kedua komponen dapat tumbuh secara bersamaan dalam satu siklus yang saling mendukung.
Melalui inovasi ini, mahasiswa bertujuan mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga dengan teknologi budidaya yang hemat lahan, hemat biaya, mudah dipraktikan dan ramah lingkungan. Di samping menghasilkan ikan dan sayuran untuk konsumsi rumah tangga, pemanfaatan galon bekas juga memberikan nilai guna baru pada barang yang sebelumnya tidak lagi digunakan.
Pengenalan Aquaponik Go Galon dilakukan melalui kegiatan sosialisasi. Pada kesempatan tersebut, warga dikenalkan pada konsep Pekarangan Pangan Lestari (P2L), komponen penyusun instalasi seperti galon bekas, netpot, kain flanel, dan media tanam rockwool, serta cara kerja sistem aquaponik dalam mendukung pertumbuhan ikan dan tanaman. Selain itu, siswa juga menjelaskan tahapan penyemaian benih sayuran, penebaran benih ikan lele, hingga perawatan instalasi agar dapat diterapkan secara mandiri di pekarangan rumah masing-masing.
Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari jenis tanaman yang sesuai, teknik pemeliharaan ikan, hingga perawatan instalasi agar tetap produktif.
Kalau ada aquaponik seperti ini kan enak. Kalau lagi butuh, lelenya bisa dipanen buat lauk, sayurnya juga tinggal dipetik, ujar salah seorang peserta.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah secara optimal sebagai sumber pangan keluarga. Penerapan Aquaponik Go Galon juga diharapkan menjadi contoh bahwa barang bekas yang masih layak pakai dapat diubah menjadi media budidaya yang bermanfaat, sehingga mampu mendukung ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.
Program Pekarangan Pangan Lestari berbasis Aquaponik Go Galon ini juga dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penyediaan pangan bergizi, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui budidaya kembali barang bekas menjadi media budidaya yang bernilai guna. Mahasiswa KKN PSDKU Universitas Brawijaya Kediri di Desa Sempu juga berharap inovasi ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat setempat sebagai langkah sederhana dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































