Yogyakarta — MAN 1 Yogyakarta mengawali kegiatan pada bulan Agustus 2026 dengan menggelar upacara bendera yang mengangkat pesan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, Senin (3/8/2026). Melalui momentum tersebut, seluruh murid diajak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta bijak menghadapi tantangan era digital.
Upacara berlangsung khidmat di halaman depan MAN 1 Yogyakarta dan diikuti seluruh warga madrasah yang terdiri atas murid, guru, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Murid kelas XI A bertugas sebagai petugas upacara. Sementara itu, Wali Kelas XI A, Isti Handayani, S.Pd., bertindak sebagai pembina upacara sekaligus menyampaikan amanat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2026.
Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengingat kembali posisi anak sebagai aset sekaligus investasi paling berharga bagi masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Pemerintah Daerah DIY pada peringatan tersebut mengusung tema lokal “Hamemangun Hambeg Patraping Siwi Mahanani Raharjaning Nagari”. Falsafah tersebut mengandung pesan agar anak-anak senantiasa menanamkan budi pekerti luhur, membangun watak ksatria, serta menjalin hubungan sosial yang baik di tengah masyarakat.
Ilmu yang diperoleh di sekolah juga diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi diwujudkan melalui kepedulian, keaktifan, dan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar.
Pesan penting lainnya menyentuh tantangan kehidupan anak di era digital. Murid diajak memegang prinsip “Eling lan Waspada” dengan menjadi generasi digital yang cerdas dan bertanggung jawab.
Gawai dan internet diharapkan digunakan untuk memperluas wawasan, mengembangkan budaya, menciptakan inovasi, dan mengukir prestasi. Sebaliknya, generasi muda diingatkan untuk menjauhi pergaulan negatif, konten yang merusak moral, kekerasan, serta berbagai bentuk kejahatan yang dapat merusak masa depan.

Momentum Hari Anak Nasional juga menjadi pengingat bagi guru, orang tua, pemerintah, dan seluruh elemen pendidikan mengenai tanggung jawab bersama dalam menjamin terpenuhinya hak-hak anak. Lingkungan sekolah dan ruang publik di Yogyakarta diharapkan semakin aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak.
Anak-anak juga perlu memperoleh pengasuhan yang penuh kasih sayang, ruang untuk menyampaikan pendapat, kesempatan mengembangkan bakat dan potensi, serta penguatan karakter yang berakar pada nilai-nilai budaya.
“Teruslah belajar dengan gembira, asah bakat kalian, dan gantungkan cita-cita setinggi langit. Kalian tidak berjalan sendirian; seluruh bumi Mataram ini mendukung langkah kalian untuk bertumbuh menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia,” demikian salah satu pesan dalam amanat tersebut.
Pada kesempatan terpisah, Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi ketertiban dan kekhidmatan murid dalam mengikuti upacara. Menurut Edi, madrasah terus berupaya memberikan pendampingan dan pendidikan terbaik bagi seluruh murid.
“Semoga peringatan Hari Anak Nasional ini menjadi momentum bagi anak-anak kami untuk menyimak, mengingat, dan melaksanakan amanat Gubernur DIY dengan baik serta penuh rasa tanggung jawab,” pungkas Edi.
Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tersebut sekaligus membawa semangat “Anak Hebat, Indonesia Kuat”, dengan harapan murid MAN 1 Yogyakarta terus tumbuh sebagai generasi berprestasi, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. (wk)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































