SIJUNJUNG — Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang bersama warga Jorong Aur Gading, Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, membangun sebuah taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di atas lahan kosong yang selama ini tidak terpakai. Kegiatan yang berlangsung pada 19–23 Juli 2026 ini melibatkan sekitar 15 warga setempat, mulai dari ibu rumah tangga, kader PKK, tokoh masyarakat, hingga pemuda.
Program tersebut digagas sebagai respons atas belum optimalnya pemanfaatan tanaman obat di lingkungan warga. Selama ini, sejumlah warga memang sudah menanam tanaman seperti jahe, kunyit, serai, dan lengkuas di pekarangan rumah masing-masing. Namun penggunaannya masih sebatas sebagai bumbu dapur, sementara potensinya sebagai bahan pengobatan tradisional belum banyak dipahami secara mendalam. Belum adanya ruang khusus yang dikelola bersama untuk membudidayakan tanaman obat pun membuat informasi mengenai jenis dan manfaat TOGA sulit tersebar merata di tengah masyarakat.
Tiga Tahap Kegiatan
Mahasiswa KKN menjalankan program ini melalui tiga tahapan utama: persiapan, penanaman, serta pemeliharaan dan monitoring.
Pada tahap persiapan, mahasiswa lebih dulu melakukan sosialisasi kepada warga mengenai pengertian TOGA, berbagai jenisnya, serta manfaat masing-masing tanaman. Dalam sesi ini, warga tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga diberi ruang untuk bertanya dan berdiskusi secara aktif. Dari sosialisasi tersebut terungkap bahwa pengetahuan warga tentang TOGA umumnya masih terbatas pada fungsi kulinernya, sehingga edukasi ini dinilai penting untuk memperluas pemahaman mereka.
Setelah lokasi lahan disepakati bersama, mahasiswa turut mengumpulkan bibit tanaman obat yang merupakan sumbangan warga sendiri. Jenis-jenis tanaman yang terkumpul antara lain jahe, kunyit, serai, kumis kucing, lidah buaya, kencur, lengkuas, dan sirih.
Memasuki tahap penanaman, warga diminta menjelaskan sendiri bibit yang mereka sumbangkan beserta khasiatnya, sebelum bersama-sama turun tangan mengolah tanah, membuat lahan tanam, dan menanam bibit secara gotong royong. Tanggung jawab merawat taman pun kemudian diserahkan bersama kepada warga agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Pada tahap terakhir, yakni pemeliharaan dan monitoring, warga secara rutin menyiram tanaman, membersihkan area taman dari sampah, dan mengatur posisi tanaman agar mendapat cukup sinar matahari. Mahasiswa KKN bersama warga juga menyepakati jadwal pengawasan berkala sebagai bentuk komitmen bersama menjaga keberlanjutan taman TOGA tersebut.
Bangkitkan Kembali Kearifan Lokal
Ketua pelaksana kegiatan menyebut bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan warga, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya pengobatan tradisional yang perlahan mulai tergerus arus modernisasi. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga, mulai dari menyumbangkan bibit hingga ikut serta menggarap lahan, dinilai menjadi bukti nyata antusiasme masyarakat terhadap program ini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijalankan mahasiswa KKN sebagai fasilitator, menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat jorong. Hasilnya, warga Aur Gading kini tidak hanya lebih mengenal ragam tanaman obat keluarga, tetapi juga khasiatnya dalam mengatasi keluhan kesehatan ringan sehari-hari.
Rencana Keberlanjutan
Agar taman TOGA ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, sejumlah langkah lanjutan pun disiapkan. Di antaranya adalah pelatihan pengolahan tanaman obat menjadi produk siap pakai seperti jamu dan minyak aromaterapi, disertai edukasi mengenai dosis dan efek sampingnya. Selain itu, direncanakan pula pembentukan kelompok pengelola taman TOGA tingkat jorong, kolaborasi dengan puskesmas atau tenaga kesehatan setempat, hingga dukungan pemerintah nagari berupa penyediaan lahan permanen, papan informasi tanaman, dan integrasi materi TOGA ke kegiatan sekolah dasar.
Program ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan yang mendorong pemanfaatan TOGA sebagai bagian dari upaya kesehatan berbasis masyarakat. Dengan sinergi yang telah terbangun antara mahasiswa dan warga, taman TOGA di Jorong Aur Gading diharapkan dapat menjadi model edukasi kesehatan tradisional yang berkelanjutan dan bisa direplikasi di jorong maupun nagari lain.
Penulis: Mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang Nagari Limo Koto, Kabupaten Sijunjung.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































