KENDAL, PLANTUNGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 63 yang bertugas di Desa Jati, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi Ekonomi Kreatif dan UMKM lokal. Salah satu bentuk kegiatannya adalah dengan mendampingi serta mengeksplorasi proses produksi usaha camilan lokal “Padang Jaya Snack” milik Bu Nur di Dusun Dluwak, Desa Jati.
Usaha keripik unggulan ini memiliki kisah perjalanan yang inspiratif. Didirikan pada tahun 2020 di tengah krisis pandemi Covid-19, Bu Nur nekat merintis usahanya sendiri usai tidak lagi bekerja di perusahaan. Berbekal tekad untuk membantu perekonomian keluarga, ia membangun brand bernama Padang Jaya Snack —sebuah nama yang diambil dari daerah asalnya di Kabupaten Cilacap, dengan harapan usaha ini senantiasa membawa kemajuan dan keberkahan.

Dalam kunjungan dan wawancara lapangan tersebut, tim KKN UPGRIS Kelompok 63 tidak hanya berdiskusi mengenai strategi pemasaran digital, melainkan juga berinteraksi langsung dalam proses pembuatan. Mahasiswa berkesempatan mencoba proses pengirisan tempe—salah satu tahap paling krusial dan penuh tantangan untuk menghasilkan ketebalan yang pas dan seragam—serta membantu proses penggorengan tradisional menggunakan tungku kayu bakar.
“Dari hasil diskusi, kami melihat potensi besar pada Padang Jaya Snack, terutama kualitas rasa tempe sagunya yang sangat renyah dan gurih. Kendala utama seperti perubahan cuaca di bulan Desember-Januari yang memengaruhi proses fermentasi tempe serta pemasaran offline akan coba kami bantu perkuat melalui branding digital dan optimalisasi media sosial,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN UPGRIS 63.

Saat ini, pemesanan produk Padang Jaya Snack dapat dilakukan secara direct selling (pembelian langsung) maupun dipesan secara online melalui akun Instagram resmi yang kemudian terhubung langsung ke kontak WhatsApp usaha.
Diharapkan dengan hadirnya mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 63 di Desa Jati, UMKM Padang Jaya Snack dapat semakin dikenal luas oleh masyarakat di luar Kecamatan Plantungan dan terus tumbuh menjadi ikon oleh-oleh khas Desa Jati, Kendal.
Ditulis oleh : Elita Dwi Listiowati ( tim publikasi )
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































