Demak – Perkembangan teknologi digital membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam kegiatan jual beli. Sistem pembayaran yang sebelumnya banyak dilakukan secara tunai kini mulai beralih ke pembayaran digital yang dinilai lebih praktis dan sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Melihat perkembangan tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS Berdampak Kelompok 47 Universitas PGRI Semarang turut mendorong digitalisasi UMKM melalui pendampingan program pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.
Kegiatan pendampingan dilakukan secara langsung dengan mendatangi salah satu pelaku UMKM kuliner di Jalan Tlogo, Desa Batursari, yaitu Mas Asrofi, penjual bolang-baling dan cakwe. Pendampingan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam membantu pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung kegiatan usahanya.
Mas Asrofi merupakan pelaku UMKM asal Batang yang saat ini menjalankan usaha penjualan bolang-baling dan cakwe di Jalan Tlogo, Batursari. Usaha tersebut dijalankan setiap hari dan cukup diminati oleh masyarakat setempat.
Aktivitas Mas Asrofi dimulai sejak dini hari. Pada hari Senin hingga Sabtu, ia melakukan persiapan dagangan sekitar pukul 04.00 WIB dan mulai berjualan pada pukul 05.00 WIB. Khusus hari Minggu, persiapan dilakukan lebih awal, yaitu sekitar pukul 03.00 WIB, sehingga kegiatan berjualan dapat dimulai lebih pagi.
Proses pembuatan adonan bolang-baling dan cakwe juga dilakukan langsung di lokasi berjualan. Dengan demikian, aktivitas produksi dan penjualan berlangsung di tempat yang sama. Konsistensi tersebut menjadi bagian dari aktivitas usaha Mas Asrofi dalam memenuhi kebutuhan pelanggan setiap harinya.
Dalam kondisi normal, Mas Asrofi biasanya menyelesaikan aktivitas berjualan sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, waktu tersebut dapat lebih cepat jika dagangan telah habis terjual. Pada hari tertentu, ia bahkan dapat menutup dagangan sekitar pukul 08.00 WIB karena tingginya minat masyarakat terhadap produk yang dijual.
Melihat aktivitas UMKM yang terus berjalan dan adanya perkembangan pola transaksi masyarakat, mahasiswa KKN UPGRIS Berdampak Kelompok 47 melakukan pendampingan secara langsung kepada Mas Asrofi dalam pembuatan QRIS.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai QRIS sebagai salah satu metode pembayaran digital. Selain memberikan pemahaman, mahasiswa juga membantu proses pembuatan QRIS sehingga pelaku UMKM dapat mengetahui tahapan yang perlu dilakukan untuk menyediakan fasilitas pembayaran digital bagi pelanggan.
Pendampingan dilakukan secara langsung di lokasi usaha agar proses yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pelaku UMKM. Mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai penggunaan QRIS dalam transaksi sehari-hari sehingga setelah pendampingan selesai, pemilik UMKM diharapkan dapat menggunakannya secara mandiri.
Program tersebut menjadi salah satu langkah sederhana dalam mendorong UMKM untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kehadiran QRIS memberikan alternatif bagi pelanggan yang ingin melakukan pembayaran secara non-tunai tanpa menghilangkan transaksi tunai yang selama ini telah digunakan.
Digitalisasi menjadi salah satu aspek yang semakin penting dalam perkembangan UMKM. Pemanfaatan teknologi dapat membantu pelaku usaha menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumen yang semakin beragam.
Bagi UMKM kuliner seperti usaha milik Mas Asrofi, penggunaan QRIS dapat memberikan pilihan pembayaran yang lebih fleksibel kepada pelanggan. Konsumen yang tidak membawa uang tunai atau tidak memiliki uang dengan nominal yang sesuai dapat menggunakan pembayaran digital melalui QRIS.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya fokus pada penyelesaian proses pembuatan QRIS, tetapi juga berupaya memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai pemanfaatan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan usaha.
Pendampingan pembuatan QRIS merupakan salah satu bentuk implementasi program KKN UPGRIS Berdampak Kelompok 47 dalam memberikan kontribusi secara langsung kepada masyarakat Desa Batursari. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengidentifikasi kebutuhan yang ada di lingkungan masyarakat sekaligus memberikan pendampingan yang dapat diterapkan secara langsung.
Kegiatan terjun langsung ke UMKM juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan pelaku usaha, memahami aktivitas ekonomi masyarakat, serta melihat langsung bagaimana teknologi dapat diterapkan dalam usaha berskala mikro.
Ke depan, digitalisasi UMKM diharapkan tidak berhenti pada penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran. Pemanfaatan teknologi masih dapat dikembangkan melalui berbagai aspek lain, seperti promosi melalui media sosial, pemasaran digital, pengelolaan usaha, hingga pengembangan identitas dan branding produk.
Melalui pendampingan yang dilakukan, KKN UPGRIS Berdampak Kelompok 47 berharap kehadiran QRIS dapat memberikan manfaat bagi Mas Asrofi sebagai pelaku UMKM sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat sebagai konsumen.
Langkah sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM lokal agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku UMKM diharapkan dapat terus memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi masyarakat Desa Batursari.
Narasumber: Mas Asrofi, UMKM Bolang-Baling dan Cakwe, Jalan Tlogo, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































