“Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Barang Bernilai yaitu Lilin Aromaterapi” bersama ibu-ibu PKK Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (11/8/2026) di Balai Desa Purwosuman ini diikuti oleh sekitar 50 peserta.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memanfaatkan minyak jelantah yang selama ini menjadi salah satu limbah rumah tangga. Melalui pelatihan ini, minyak yang sudah tidak digunakan untuk memasak diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi memiliki nilai jual.
Pelatihan diberikan oleh mahasiswa KKN Reguler Tim II Undip. Peserta diperkenalkan dengan bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan lilin aromaterapi, di antaranya minyak jelantah, arang, bleaching earth, asam stearat, essential oil, sumbu lilin, gelas sloki, pewarna lilin, serta peralatan pendukung seperti wajan, timbangan, dan kompor.

Sebelum minyak digunakan sebagai bahan lilin, minyak jelantah terlebih dahulu melalui proses penyaringan dan pemurnian. Minyak direndam bersama arang selama semalam untuk membantu mengurangi bau pada minyak. Setelah itu, minyak dicampurkan dengan bleaching earth agar warna menjadi lebih jernih dan kembali didiamkan sebelum digunakan dalam proses pembuatan lilin.
Dalam kegiatan di Balai Desa, mahasiswa KKN menjelaskan tahapan pembuatan sekaligus melakukan demonstrasi secara langsung. Minyak yang telah melalui proses pemurnian kemudian dipanaskan dan dicampurkan dengan asam stearat. Setelah tercampur, bahan diberi pewarna dan essential oil untuk memberikan warna serta aroma pada lilin. Campuran tersebut kemudian dituangkan ke dalam gelas sloki yang telah dipasangi sumbu dan dibiarkan hingga mengeras.
Peserta tidak melakukan praktik secara langsung karena terdapat beberapa tahapan persiapan yang membutuhkan waktu, termasuk proses perendaman minyak dengan arang dan bleaching earth yang dilakukan sebelumnya. Meskipun demikian, peserta mengikuti demonstrasi dengan antusias dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai proses pembuatan maupun pemanfaatan minyak jelantah.

Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai cara mengolah limbah rumah tangga, tetapi juga diperkenalkan pada peluang untuk mengembangkan minyak jelantah menjadi produk sederhana yang memiliki nilai ekonomi. Hasil dari demonstrasi berupa lilin aromaterapi yang dapat digunakan sebagai pengharum ruangan sekaligus produk kerajinan.
Ibu-ibu PKK Desa Purwosuman menyambut baik kegiatan yang diberikan oleh Tim KKN Reguler Tim II Undip. Mereka menyampaikan terima kasih atas pelatihan yang diberikan dan berharap kegiatan tersebut dapat menambah keterampilan ibu-ibu PKK dalam memanfaatkan barang yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengenalan pengelolaan limbah rumah tangga yang dapat dilakukan secara sederhana di lingkungan masyarakat. Minyak jelantah yang biasanya dibuang setelah digunakan dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali sebagai bahan pembuatan lilin aromaterapi.
Ke depan, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan saja. Lilin aromaterapi yang dihasilkan dapat dikembangkan menjadi produk dengan kemasan dan bentuk yang lebih menarik sehingga memiliki nilai jual. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh ibu-ibu PKK dapat menjadi salah satu peluang untuk mengembangkan kegiatan usaha berbasis pemanfaatan limbah rumah tangga.
Penulis: Adinda Bintang Omega, Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































