BANDUNG — Setelah 26 tahun tak bertemu dalam satu suasana kebersamaan, para alumni Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Kelas A Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung angkatan 1995 kembali dipertemukan dalam sebuah agenda shilaturrahmi. Kegiatan tersebut berlangsung Ahad (6/9/2026) di salah satu restoran di Kota Bandung.
Para alumni datang dari berbagai daerah, di antaranya Tasikmalaya, Cianjur, Sukabumi, Tangerang, Subang, Bogor, Sukabumi dan Banten, serta sejumlah wilayah di Bandung. Pertemuan tersebut sontak menghadirkan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kerinduan yang selama puluhan tahun tersimpan seolah terbayar melalui perjumpaan, obrolan, dan cerita-cerita tentang masa kuliah.
Kenangan semasa menjadi mahasiswa kembali mengemuka. Mulai dari pengalaman belajar di kampus, kehidupan perkuliahan, hingga berbagai cerita sederhana yang dahulu menjadi bagian dari keseharian mereka. Gelak tawa pun sesekali pecah ketika para alumni mengenang kembali kisah-kisah masa muda.

Namun, di balik kebahagiaan itu, terselip rasa haru. Empat rekan seperjuangan yang dahulu bersama-sama menempuh pendidikan kini telah meninggal dunia. Kepergian mereka menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan dan persaudaraan perlu terus dirawat.
Ketua Pelaksana Shilaturrahmi Alumni KPI-A 1995, Ening Supriatin, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar pertemuan untuk bernostalgia, melainkan menjadi momentum untuk kembali merekatkan tali persaudaraan yang telah terjalin sejak masa perkuliahan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah shilaturrahmi. Kami ingin kembali merekatkan tali persaudaraan dan menjaganya hingga akhir hayat,” ujar Ening.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh alumni yang telah menyempatkan waktu untuk hadir, termasuk mereka yang datang dari luar Kota Bandung. Dukungan moril maupun materil dari para alumni juga dinilai menjadi bagian penting sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.
Ening berharap shilaturrahmi alumni KPI-A 1995 tidak berhenti pada pertemuan kali ini. Menurutnya, kegiatan serupa perlu diagendakan secara rutin agar komunikasi dan rasa kekeluargaan di antara para alumni tetap terjaga.

Suasana semakin akrab ketika satu per satu alumni menyampaikan kesan dan pesan. Berbagai cerita disampaikan dengan penuh kehangatan, bahkan tak jarang diselingi candaan yang mengingatkan kembali pada karakter dan kebiasaan masing-masing ketika masih menjadi mahasiswa.
Kesan yang disampaikan para alumni pun relatif senada. Mereka menilai pertemuan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar reuni. Shilaturrahmi menjadi ruang untuk memperkuat kembali hubungan persaudaraan sekaligus menyadari pentingnya menjaga komunikasi di tengah kesibukan dan perjalanan hidup masing-masing.
Kebersamaan semakin terasa saat para alumni menikmati makan bersama. Suasana kemudian semakin semarak ketika mereka melantunkan sejumlah lagu kenangan. Lagu-lagu tersebut seolah membawa mereka kembali ke masa ketika masih duduk bersama sebagai mahasiswa KPI-A 1995.
Waktu yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari pun terasa begitu singkat. Kegembiraan, keakraban, dan rasa haru berpadu dalam satu pertemuan yang sarat makna.
Shilaturrahmi yang diinisiasi para alumni KPI-A 1995 tersebut menjadi pengingat bahwa jarak dan waktu tidak selalu mampu memutus tali persaudaraan. Justru setelah 26 tahun berpisah, pertemuan kembali menunjukkan bahwa kenangan dan persahabatan yang dibangun sejak bangku kuliah tetap memiliki tempat istimewa di hati masing-masing.
Para alumni pun bersepakat bahwa semangat shilaturrahmi perlu terus dijaga dan dirawat agar persaudaraan yang telah terbangun sejak 1995 tetap kokoh, bahkan hingga akhir hayat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































