Kebiasaan menabung sering kali dianggap sebagai hal sepele, terutama bagi anak-anak yang belum sepenuhnya memahami nilai uang. Namun, seminar edukasi menabung yang digelar oleh KKN Kelompok 76 UIN SAIZU Purwokerto di SDN 01 Tegaljeruk pada Sabtu (2/8/2025) membuktikan bahwa menanamkan kesadaran finansial sejak dini adalah langkah strategis untuk membentuk generasi yang cerdas secara ekonomi.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar memberikan teori, tetapi juga mengajak siswa kelas 5 untuk berkreasi dengan membuat celengan dari botol bekas. Pendekatan learning by doing ini patut diapresiasi karena mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Anak-anak tidak hanya diajari cara menyimpan uang, tetapi juga memahami pentingnya berhemat, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memanfaatkan barang bekas untuk hal yang produktif.
Menabung: Lebih dari Sekadar Menyimpan Uang
Amanatullah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Pendidikan SDN 01 Tegaljeruk, dalam sambutannya menegaskan bahwa menabung bukan sekadar aktivitas finansial, melainkan juga sarana melatih kedisiplinan dan tanggung jawab. Hal ini sejalan dengan pemaparan Dhafin Salman Abdillah sebagai pemateri, yang menyoroti bahwa kebiasaan menabung dapat membentuk pola pikir terencana sejak kecil.
Sayangnya, di era digital seperti sekarang, godaan untuk berbelanja impulsif semakin tinggi. Anak-anak mudah terpengaruh iklan online, game berbayar, atau tren kekinian yang mendorong konsumtivisme. Oleh karena itu, edukasi semacam ini menjadi penting agar generasi muda tidak terjebak dalam budaya instant gratification—kebiasaan mengejar kepuasan sesaat tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.
Peran Sekolah dan Orang Tua dalam Membangun Kesadaran Finansial
Meski seminar ini sukses memberikan pemahaman dasar, langkah selanjutnya adalah kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Sekolah dapat mengintegrasikan edukasi keuangan dalam kurikulum harian, misalnya melalui proyek menabung kelas atau simulasi pengelolaan uang saku. Sementara itu, orang tua perlu membiasakan anak berdiskusi tentang keuangan keluarga secara sederhana, seperti mengajak mereka merencanakan anggaran liburan atau menabung untuk membeli barang yang diinginkan.
Selain itu, inisiatif membuat celengan dari botol bekas juga mengajarkan nilai tambah: kepedulian lingkungan. Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan daur ulang seperti ini bisa dikembangkan menjadi program berkelanjutan, misalnya dengan mengadakan kompetisi menabung sekaligus pengumpulan sampah daur ulang di sekolah.
Menabung sebagai Fondasi Kemandirian Finansial
Seminar ini adalah langkah kecil yang berdampak besar. Jika kebiasaan menabung sudah tertanam sejak dini, anak-anak akan tumbuh dengan mentalitas yang lebih bijak dalam mengelola uang. Mereka tidak hanya menjadi pribadi yang hemat, tetapi juga mampu membuat keputusan finansial yang matang di masa depan.
KKN UIN SAIZU Purwokerto telah memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan karakter siswa. Harapannya, kegiatan serupa dapat diadakan di lebih banyak sekolah, tidak hanya di Banjarnegara, tetapi juga di berbagai daerah lainnya. Sebab, membangun generasi yang cerdas finansial adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































