Pernah nggak sih kalian penasaran pas lagi makan cilok, kok bisa ya teksturnya itu kenyal banget?
Ternyata, jawabannya adalah bukan karena tepung tapioka saja atau resep rahasia dari abang cilok yaa, terdapat proses keren dibaliknya yang biasa disebut gelatinisasi pati. Yuk kita pelajari lebih lanjut alsan tekstur cilok bisa menjadi kenyal, padat, dan enak digigit!
Gelatinisasi pati adalah proses pembengkakan granula pati pada saat dipanaskan, dan proses ini bersifat irreversible yaitu tidak bisa kembali ke bentuk semula. Selama proses pemanasan viskositasnya akan meningkat dan adonan akan menjadi semakin kental. Pada saat mencapai suhu gelatinisasi granula akan pecah sehingga air bisa masuk. Proses ini merusak struktur semikristalin pati dan membentuk pasta, tanda bahwa adonan sudah matang. Pada tepung tapioka, suhu gelatinisasinya berkisar 52–64°C.
Nah, pada tepung tapioka memiliki kandungan amilopektin yang tinggi, yang membuatnya mampu menyerap air lebih banyak. Semakin tinggi kadar amilopektinnya, semakin kenyal tekstur yang dihasilkan. Itulah sebabnya adonan cilok harus direbus dengan air panas agar kenyal dan tidak hancur.
Keren kan? Kenyalnya cilok ternyata bukan hanya takdir atau trik dapur abang cilok, tapi terdapat proses kimia yang keren. Hal ini menunjukkan bahwa sains itu bukan cuman di lab tapi bisa di lingkungan sekitar kita. Jadi, lain kali saat makan cilok, kamu bisa pamer ilmu ke teman: “Eh, tahu nggak, ini kenyal gara-gara gelatinisasi pati, lho!” Cilok bukan cuma camilan murah meriah, tapi juga contoh nyata bagaimana ilmu pangan bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Siapa sangka, jajanan favorit bisa bikin kita belajar sains sambil ngemil.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































