JAKARTA – Transformasi digital semakin mengubah wajah laboratorium teknik gigi di berbagai negara. Penggunaan Computer Aided Design/Computer Aided Manufacturing (CAD/CAM), intraoral scanner, 3D printing, hingga Artificial Intelligence (AI) mulai menggeser proses konvensional menuju sistem kerja yang lebih terintegrasi, presisi, dan efisien.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam 6th Batavia Dentech International Meeting X Dentech Competition 2026 yang mengusung tema “Transforming Dental Laboratories with Dental Technology in Digital Era.” Kegiatan internasional ini dilaksanakan pada 1 Agustus 2026 bertempat di Auditorium Dr. Herman Susilo, MPH, Lantai 4.
Salah satu sesi yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah pemaparan internasional dari Prof. Park Young Dae, dosen Dental Technology, Daegu Health College, Korea Selatan, dengan tema “The Digital Transition of Korean Dental Industry.”
Melalui topik tersebut, Prof. Park Young Dae memberikan perspektif mengenai bagaimana perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam industri dental di Korea Selatan. Transisi digital tidak hanya terjadi pada penggunaan peralatan modern, tetapi juga mencakup perubahan dalam proses kerja, sistem produksi, kompetensi tenaga profesional, serta kebutuhan industri dental terhadap sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan teknologi.

Korea Selatan menjadi salah satu negara yang menarik untuk dijadikan rujukan dalam melihat perkembangan industri dental berbasis teknologi. Pemanfaatan teknologi digital telah mendorong perubahan dari proses konvensional menuju digital workflow, dengan semakin luasnya penggunaan teknologi seperti CAD/CAM, digital scanning, milling, 3D printing, serta berbagai perangkat lunak desain dan manufaktur digital.
Dalam konteks teknik gigi, transisi tersebut membawa perubahan terhadap cara teknisi gigi bekerja. Proses yang sebelumnya sangat bergantung pada keterampilan manual secara bertahap terintegrasi dengan teknologi digital. Data digital dapat digunakan sebagai dasar dalam proses desain dan kemudian diteruskan ke tahap produksi menggunakan perangkat manufaktur digital.
Perubahan ini sekaligus menuntut peningkatan kompetensi tenaga teknik gigi. Teknisi gigi masa kini tidak hanya dituntut memiliki keterampilan manual dalam pembuatan perangkat dental, tetapi juga perlu memahami teknologi digital, perangkat lunak desain, proses manufaktur berbasis komputer, serta karakteristik material yang digunakan dalam sistem digital.

Kehadiran Prof. Park Young Dae dari Daegu Health College memberikan nilai tambah dalam kegiatan internasional tersebut karena peserta memperoleh gambaran mengenai perkembangan industri dental dari perspektif pendidikan dan teknologi di Korea Selatan. Hal ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa, dosen, teknisi gigi, dan praktisi untuk membandingkan perkembangan teknologi dental di Korea dengan kondisi dan kebutuhan industri dental di Indonesia.
Transisi digital juga menunjukkan bahwa perkembangan teknologi harus berjalan seiring dengan pengembangan sumber daya manusia. Investasi pada perangkat digital tanpa diikuti peningkatan kompetensi tenaga kerja dapat menjadi tantangan tersendiri bagi laboratorium dental. Oleh karena itu, institusi pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan lulusan yang mampu mengikuti perubahan kebutuhan industri.
Bagi pendidikan teknik gigi di Indonesia, pengalaman dan wawasan yang disampaikan Prof. Park dapat menjadi inspirasi untuk terus memperkuat pembelajaran berbasis teknologi. Mahasiswa perlu dipersiapkan tidak hanya untuk menguasai teknik konvensional, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dengan digital workflow dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Materi “The Digital Transition of Korean Dental Industry” pada akhirnya memberikan pesan bahwa transformasi digital merupakan proses yang menyeluruh. Perubahan tidak hanya menyangkut teknologi yang digunakan, tetapi juga menyentuh pola kerja, kompetensi tenaga profesional, pendidikan, serta hubungan antara institusi pendidikan dan industri.
Melalui forum seperti 6th Batavia Dentech International Meeting X Dentech Competition 2026, pertukaran pengalaman internasional diharapkan dapat membuka wawasan dan memperkuat kesiapan tenaga teknik gigi Indonesia dalam menghadapi transformasi industri dental. Kehadiran narasumber dari Korea Selatan menjadi salah satu langkah penting dalam memperkenalkan perspektif global sekaligus mendorong inovasi dan pengembangan kompetensi di bidang teknik gigi.
Penulis: Tarsilah, AMTG., M.Kes – Prodi Teknologi Gigi Poltekkes Jakarta II
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































