Nganjuk (25/2). Bupati Kabupaten Nganjuk, Marhaen Djumadi beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk menghadiri “Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim-Dhuafa” yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono, pada Selasa (24/2).
Kegiatan juga ini dihadiri tokoh-tokoh ormas Islam, termasuk Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH Amrodji Konawi.
Pengasuh Ponpes Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ketaatan atas perintah Allah dan Rasul-Nya untuk memuliakan anak yatim dan kaum dhuafa. Lebih dari itu, agenda ini adalah upaya menjaga warisan nilai dari para pendahulu.
“Kami meneruskan tradisi mulia yang telah dibangun oleh pendiri pondok, KH Nurhasan Al Ubaidah, dan dilanjutkan oleh KH RM Iskandar Nashrulloh. Ini adalah amanah sekaligus bentuk rasa cinta kami kepada masyarakat. Santunan ini kami berikan secara bertahap dan insyaallah ke depan jangkauannya akan terus kami perluas,” ujar Habib Ubaidillah.
Dalam laporannya, secara simbolis dibagikan 300 paket sembako dan 50 bingkisan khusus untuk anak yatim. Habib Ubaidillah juga memberikan apresiasi kepada Kemenag, MUI, dan pemerintah yang selama ini aktif membekali santri dengan wawasan kebangsaan.
“Materi dari para tokoh sangat penting agar santri kami tetap tegak lurus dengan Pancasila dan NKRI, sehingga tidak memiliki ideologi yang menyimpang (nylenthak-nylenthak),” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, dalam sambutannya memuji peran strategis Ponpes Al Ubaidah dalam membantu pemerintah mencetak karakter warga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia memaparkan bahwa orientasi pembangunan Nganjuk saat ini memang difokuskan pada rakyat kecil.
“Pondok pesantren adalah bagian vital dari pembangunan Nganjuk. Kami terus berupaya menjamin kesehatan warga melalui BPJS Kesehatan bagi yang tidak mampu, yang alhamdulillah berdampak pada kenaikan angka harapan hidup warga Nganjuk hingga rata-rata 75 tahun pada 2025 lalu,” urai Marhaen.
Bupati Marhaen juga menekankan pentingnya kehadiran investasi melalui Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) yang wajib melibatkan tenaga kerja lokal untuk menekan angka pengangguran. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan dunia pesantren akan mempercepat terwujudnya Nganjuk yang mandiri dan sejahtera.
Acara ini ditutup dengan doa bersama dan buka puasa, yang dihadiri pula oleh Dewan Penasehat Pusat DPP LDII, perwakilan Kodim, Polres Nganjuk, serta para ulama setempat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































