Cahaya Pagi yang Menuntun Iman dan Ilmu di MIS Ar-Raudhotun Nur
Garut, 11 November 2025 – Setiap pagi di MIS Ar-Raudhotun Nur selalu disambut dengan suasana yang penuh kedamaian. Di tengah hiruk pikuk dunia pendidikan yang semakin modern, madrasah ini tetap konsisten menjaga tradisi ibadah yang telah menjadi ruh dalam setiap langkahnya, yaitu pelaksanaan shalat sunat Dhuha secara berjamaah. Kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata dari komitmen madrasah dalam menanamkan nilai spiritual kepada seluruh peserta didik sejak usia dini.
Konsistensi pelaksanaan shalat Dhuha berjamaah di MIS Ar-Raudhotun Nur lahir dari keyakinan bahwa membiasakan anak untuk melaksanakan ibadah sunah akan melahirkan generasi yang ringan dalam menjalankan shalat wajib. Dengan terbiasanya siswa menunaikan ibadah karena kesadaran sendiri, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang taat tanpa paksaan. Madrasah percaya bahwa pembiasaan yang baik di masa kecil akan tertanam kuat hingga dewasa kelak.
Program shalat Dhuha berjamaah ini menjadi salah satu prioritas utama dalam menjalankan misi madrasah. Tujuannya bukan hanya agar siswa menjadi terbiasa beribadah, tetapi juga untuk menumbuhkan jiwa spiritual yang tinggi. Bapak Insan Faisal Ibrahim, S.Pd selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum dengan penuh tanggung jawab merancang waktu pelaksanaan shalat Dhuha ini secara matang agar tidak mengganggu efektivitas kegiatan belajar mengajar. Penjadwalan dilakukan dengan cermat sehingga keseimbangan antara ibadah dan akademik tetap terjaga dengan baik.

Dalam pengawasannya, Bapak Insan Faisal Ibrahim, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi merupakan upaya berkelanjutan untuk membangun karakter siswa agar memiliki keseimbangan antara ilmu dan iman. Beliau menyatakan, “Kami ingin anak-anak tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual. Shalat Dhuha berjamaah ini menjadi salah satu cara kami untuk menanamkan nilai ketulusan dan kedekatan kepada Allah sejak dini. Jika ibadah sudah menjadi kebiasaan, maka kelak mereka akan menjalankannya dengan kesadaran, bukan karena paksaan.”
Bagi keluarga besar MIS Ar-Raudhotun Nur, shalat Dhuha tidak hanya bermakna ibadah tambahan, tetapi juga menjadi sumber kekuatan spiritual dalam menjalani setiap aktivitas. Madrasah ini berpegang pada keyakinan bahwa ketika akhirat menjadi tujuan utama, maka urusan dunia akan mengikuti dengan sendirinya. Dengan semangat tersebut, para guru dan siswa diajak untuk menata niat, memperbaiki ibadah, dan menjadikan setiap langkah sebagai bentuk pengabdian kepada Allah.
Pemandangan indah terlihat setiap pagi ketika para siswa berbaris rapi menuju mushala madrasah. Dengan wajah yang penuh semangat, mereka melangkah ringan membawa harapan dan keikhlasan. Ketika takbir berkumandang, suasana hening menyelimuti ruangan. Gerakan shalat yang serentak dan doa-doa yang dipanjatkan menumbuhkan rasa syukur dan kebersamaan yang mendalam. Dari kegiatan sederhana inilah tumbuh generasi yang mengenal Tuhan sejak dini dan menjadikan ibadah sebagai bagian dari kehidupannya.
Kegiatan ini tidak hanya berdampak di lingkungan madrasah, tetapi juga terbawa hingga ke rumah. Salah satu orang tua siswa, Ibu Rahmawati, menyampaikan rasa harunya ketika melihat perubahan anaknya setelah rutin mengikuti shalat Dhuha berjamaah di madrasah. Ia berkata dengan mata berbinar, “Saya merasa sangat bangga dan terharu, karena saat libur sekolah pun anak saya tetap melaksanakan shalat Dhuha di rumah. Bahkan, ia sering mengajak saya untuk ikut shalat bersamanya. Saya merasa madrasah telah memberikan pengaruh besar dalam membentuk kebiasaan ibadah yang baik pada diri anak-anak kami.”
Pelaksanaan shalat Dhuha berjamaah juga menjadi ladang pahala bagi seluruh warga madrasah. Para guru yang membimbing, siswa yang menjalankan, dan orang tua yang mendukung, semuanya memperoleh keberkahan dari kegiatan tersebut. Madrasah memandang setiap sujud dan doa anak didiknya sebagai investasi akhirat yang tidak ternilai. Melalui kegiatan ini, tercipta sinergi yang indah antara pendidikan spiritual dan akademik, sehingga siswa tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.
Kegiatan shalat Dhuha berjamaah menjadi salah satu keunggulan madrasah yang membuat banyak orang tua semakin yakin untuk mempercayakan pendidikan anaknya di MIS Ar-Raudhotun Nur. Mereka melihat bahwa di madrasah ini, anak tidak hanya diajarkan membaca dan berhitung, tetapi juga dibimbing agar mengenal dan mencintai Tuhannya. Nilai-nilai keislaman yang tertanam sejak dini diharapkan menjadi bekal hidup bagi para siswa di masa depan.
Dari madrasah yang sederhana ini terpancar cahaya iman yang menuntun langkah generasi muda menuju masa depan yang berilmu dan berakhlak mulia. Shalat Dhuha berjamaah tidak hanya menumbuhkan kedekatan kepada Allah, tetapi juga mengajarkan disiplin, tanggung jawab, dan rasa syukur. Inilah wujud nyata dari pendidikan yang menyatukan ilmu dan iman, yang menjadi kebanggaan bagi MIS Ar-Raudhotun Nur dan seluruh keluarga besarnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































