Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan Republik Indonesia melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan menyelenggarakan Forest Youthverse Summit 2025 secara serentak di tiga wilayah Indonesia: Regional Sumatera (KHDTK Pondok Buluh), Regional Sulawesi (KHDTK Tabo-tabo), dan Regional Jawa (KHDTK Sawala Mandapa) pada Kamis, 27 November 2025.
Pada Regional Jawa, kegiatan dilaksanakan di KHDTK Sawala Mandapa dan Balai BP2SDM Wilayah Jawa Barat. Sebanyak 47 peserta terpilih dari program Forest Youthverse hadir bersama tamu undangan yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, penggiat alam, duta lingkungan, perwakilan UPT Kementerian Kehutanan wilayah Jawa, hingga Sekretaris Daerah setempat. Dengan mengusung tema “Youth Connect, Create, and Collaborate”, kegiatan ini bertujuan memperkuat kontribusi generasi muda dalam pelestarian hutan melalui ruang kreativitas dan kolaborasi.
Selama dua hari pelaksanaan, Forest Youthverse Summit menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan. Pada hari pertama, peserta mengikuti Talk Show “Green Leadership in Action: Forest Campaign Strategy” oleh Dani Munggoro dan Alif Nur Hidayah selaku Duta Lingkungan. Kegiatan dilanjutkan dengan Rimba Creative Expo, yaitu pameran inovasi dari 47 peserta terpilih, serta Forest Beat yang menampilkan berbagai performa kreatif dari para peserta. Seluruh sesi berlangsung di Aula Balai BP2SDM Wilayah Jawa Barat.
Hari kedua diisi dengan penanaman pohon dan jelajah hutan di kawasan KHDTK Sawala Mandapa sebagai bentuk praktik langsung dalam penerapan nilai kelestarian lingkungan. Selain itu, peserta juga mengikuti seminar mengenai pencegahan kekerasan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si., sebagai bagian dari penguatan karakter dan kepemimpinan generasi muda.
Salah satu kegiatan utama dalam Forest Youthverse Summit adalah pasar inovasi, di mana para peserta memamerkan gagasan dan produk inovatif terkait isu kehutanan dan lingkungan. “Melalui kegiatan Forest Youthverse ini, kami ingin mendorong generasi muda untuk menghadirkan inovasi yang relevan dengan tantangan kehutanan sebagai upaya nyata dalam menjaga kelestarian alam,” ujar Ibu Luckmi Purwandari, ST., M.Si., Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan.
Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal terbentuknya kolaborasi berkelanjutan lintas daerah dan sektor. “Dengan adanya kegiatan ini menjadi langkah awal untuk adanya kolaborasi selanjutnya,” ungkap Suparianto, sebagai koordinator kegiatan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































