Bantul, 9 Januari 2026 – Kelas 9A MTsN 6 Bantul hari ini memulai program kokurikuler bertani dengan menggunakan media gedebok pisang. Kegiatan ini dipandu oleh guru pembimbing kokurikuler dan dibantu oleh wali kelas, Fauka Nurul.
Dengan semangat yang tinggi, siswa-siswa kelas 9A ini siap bercocok tanam di depan halaman kelasnya. Lahan sempit tidak menjadi halangan bagi mereka untuk menjalankan program kokurikuler bertani ini.
“Program kokurikuler bertani merupakan salah satu wujud nyata melakukan gerakan mengajar yang bermakna, inspiratif, dan berkesadaran,” ujar Sugiyono, selaku Kepala Madrasah MTsN 6 Bantul. Beliau juga mengatakan bahwa “Kami ingin siswa-siswa belajar tentang bagaimana bercocok tanam dan mengembangkan keterampilan mereka dalam bertani, meskipun dengan lahan yang sempit.”
Siswa-siswa kelas 9A ini sangat antusias dengan program ini dan berharap dapat memanen hasil tanamannya sendiri. “Saya sangat senang bisa belajar bertani dengan menggunakan gedebok pisang. Saya berharap dapat memanen sayuran yang segar dan sehat,” ujar salah satu siswa.
Program kokurikuler bertani ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan siswa-siswa MTsN 6 Bantul tentang pertanian dan mengembangkan karakter mereka menjadi anak-anak yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.(Fau/ewh)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































