Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta mengikuti kegiatan volunteer dan sosialisasi penanaman pandan laut di kawasan pesisir pantai sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 tentang Ekosistem Lautan, dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan pesisir sekaligus sarana untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kawasan pantai dari ancaman abrasi dan kerusakan lingkungan.
Kegiatan penanaman pandan laut tersebut dilaksanakan bersama komunitas konservasi lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berperan sebagai volunteer yang ikut terlibat langsung dalam proses penanaman serta mengikuti sosialisasi mengenai pelestarian lingkungan pesisir. Sejak pagi hari, para peserta mahasiswa sudah bersama-sama berangkat menuju Pantai Pelangi di Bantul. Selain itu pihak mahasiswa juga mempersiapkan penanaman pohon pandan laut dengan mengambil bibit yang sudah disediakan oleh pihak konservasi, menggali pasir pantai, hingga melakukan penanaman di sejumlah titik pesisir yang rawan abrasi. Suasana gotong royong dan kebersamaan tampak selama kegiatan berlangsung. “Saya senang bisa ikut terlibat langsung dalam kegiatan ini karena selain menambah pengalaman, kami juga dapat ikut berkontribusi menjaga lingkungan pantai,” ujar Clara mahasiswa Ilmu Komunikasi UNY.
Selain mengikuti kegiatan penanaman, mahasiswa juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya vegetasi pantai dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Perwakilan komunitas konservasi lingkungan menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penanaman pandan laut sangat membantu meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap kondisi pesisir pantai. Sosialisasi yang diberikan oleh komunitas konservasi dan pihak terkait menjelaskan bahwa abrasi pantai menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius. Tingginya gelombang laut serta dampak perubahan iklim juga menyebabkan beberapa wilayah pesisir mengalami pengikisan yang dapat mengancam ekosistem pantai dan kehidupan masyarakat sekitar.
“Dari kegiatan sosialisasi ini saya jadi lebih memahami bahwa tanaman pandan laut memiliki peran penting dalam mengurangi abrasi pantai,” kata Namira salah satu peserta volunteer. Pihak konservasi menjelaskan bahwa vegetasi pantai seperti pandan laut menjadi salah satu pelindung alami kawasan pesisir karena mampu membantu menahan pasir dan mengurangi dampak erosi akibat gelombang laut.
Tanaman pandan laut dipilih karena memiliki akar yang kuat sehingga mampu membantu menjaga kestabilan pasir pantai dan mengurangi risiko erosi pesisir. Selain itu, pandan laut juga berfungsi sebagai pelindung alami habitat pesisir yang menjadi tempat hidup berbagai biota laut. Keberadaan vegetasi pantai dinilai sangat penting untuk menjaga keberlangsungan ekosistem laut dan mengurangi dampak kerusakan lingkungan di kawasan pesisir.
Menurut komunitas konservasi lingkungan, penanaman pandan laut perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kawasan pesisir tetap terjaga dan mampu menghadapi dampak perubahan iklim dalam jangka panjang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori mengenai isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, tetapi juga dapat melihat secara langsung kondisi lingkungan pesisir di lapangan. Pengalaman mengikuti kegiatan volunteer tersebut menjadi pembelajaran bagi mahasiswa mengenai pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga lingkungan dan mendukung aksi sosial di masyarakat.
Kegiatan penanaman pandan laut ini menjadi salah satu bentuk implementasi SDG 13 karena mendukung upaya mitigasi dampak perubahan iklim melalui penghijauan kawasan pesisir. Vegetasi pantai seperti pandan laut dinilai mampu membantu menjaga keseimbangan lingkungan serta mengurangi dampak abrasi akibat perubahan cuaca dan gelombang laut yang tinggi. Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian kawasan pantai.
Selain itu, kegiatan ini juga berkaitan erat dengan SDG 14 mengenai pelestarian ekosistem laut. Kawasan pesisir memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan laut karena menjadi habitat berbagai organisme dan biota pesisir. Dengan adanya vegetasi pantai yang terawat, keseimbangan ekosistem laut dapat tetap terjaga sehingga lingkungan pesisir menjadi lebih lestari.
Pihak konservasi menyebutkan bahwa menjaga kawasan pesisir berarti juga menjaga habitat berbagai biota laut yang bergantung pada ekosistem pantai untuk bertahan hidup.
Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, komunitas lingkungan, dan pengelola kawasan pantai dalam menjaga alam. Semangat gotong royong dan kerja sama yang terlihat selama kegiatan berlangsung menjadi bentuk implementasi SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan pesisir dapat terus meningkat.
“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar semakin banyak generasi muda yang peduli terhadap lingkungan pesisir,” ungkap Delya salah satu volunteer mahasiswa.
Perwakilan komunitas konservasi berharap kolaborasi dengan mahasiswa dan masyarakat dapat terus berjalan sehingga upaya pelestarian kawasan pantai dapat dilakukan secara berkelanjutan. Dan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai kawasan pantai lainnya. Kegiatan volunteer dan sosialisasi lingkungan seperti ini dinilai mampu menumbuhkan rasa kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta. menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting sebagai wujud dari perubahan dalam menciptakan lingkungan yang lebih lestari dan berkelanjutan bagi masa depan. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan budaya peduli pada kawasan pantai serta menjadi inspirasi bagi masyarakat setempat untuk peduli pada kawasan pantai. Ke depannya, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dengan kawasan pantai yang berbeda, sehingga kontribusi dalam perguruan tinggi untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dapat dirasakan secara nyata baik di tingkat lokal maupun nasional.
Penulis : Clara Azizah, Namira Ashakania, Fadelya Azzahra, Kalingga Zahraan
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































