BATANG – Belajar tentang aturan tidak harus selalu dilakukan dengan membaca buku atau menghafalkan tata tertib. Bagi siswa sekolah dasar, memahami aturan bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang mereka lakukan setiap hari.
Datang tepat waktu, menjaga kebersihan kelas, merawat fasilitas sekolah, mengikuti aturan, hingga menghormati guru dan teman menjadi bagian dari kebiasaan yang dikenalkan dalam Program Pendampingan Edukatif bagi Siswa Sekolah Dasar Desa Simbangdesa yang dilaksanakan mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tahun 2026 di SD Negeri Simbangdesa 01.
Kegiatan ini secara khusus ditujukan bagi siswa kelas IV, V, dan VI. Materi disampaikan melalui permainan edukatif, tanya jawab, diskusi, simulasi sederhana, dan ice breaking, sehingga siswa dapat ikut terlibat selama pembelajaran berlangsung.
Siswa diajak melihat kembali berbagai kebiasaan yang mereka temui di sekolah. Mengapa harus datang tepat waktu? Mengapa kebersihan kelas perlu dijaga bersama? Mengapa fasilitas sekolah harus digunakan dengan baik?
Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut menjadi cara untuk mengajak siswa memahami bahwa aturan dibuat bukan sekadar untuk membatasi, tetapi juga untuk membuat kegiatan bersama berjalan lebih tertib dan nyaman.
Dari sana, pembelajaran mulai diarahkan pada hal yang lebih dekat dengan kehidupan bermasyarakat. Setiap siswa memiliki peran di lingkungan sekolahnya. Ketika satu orang menjaga kebersihan, menaati aturan, atau menghargai orang lain, ia turut memengaruhi lingkungan di sekitarnya.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari konsep Young Citizen Simbangdesa, yang dirancang untuk mengenalkan peran anak sebagai bagian dari masyarakat melalui pendekatan kreatif dan interaktif. Siswa diajak memahami bahwa keterlibatan dalam lingkungan tidak harus menunggu sampai dewasa.
Dengan cara yang sederhana, nilai-nilai seperti tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, kepedulian, dan partisipasi mulai diperkenalkan melalui situasi yang mereka alami sendiri di sekolah. Being a good citizen can start with simple things.
Kegiatan pendampingan ini juga sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Peraturan yang mulai berlaku pada 9 Januari 2026 tersebut mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman melalui perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital.
Dalam kegiatan ini, nilai tersebut dikenalkan melalui hal-hal yang sederhana dan dekat dengan keseharian siswa. Mulai dari menaati aturan sekolah, menjaga kebersihan, menghargai guru dan teman, hingga menggunakan fasilitas sekolah dengan baik. Dengan cara ini, siswa tidak hanya mengetahui aturan, tetapi juga memahami bagaimana sikap mereka ikut memengaruhi suasana belajar di sekolah.
A better school starts with better habits.
Program pendampingan ini juga mendukung SDG 4: Quality Education yang berfokus pada pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Pendampingan tidak hanya memberikan tambahan materi kepada siswa, tetapi juga menghadirkan proses belajar yang lebih interaktif dan dekat dengan pengalaman mereka.
Antusiasme siswa dan dukungan tenaga pendidik menjadi salah satu modal dalam pelaksanaan kegiatan edukatif di SD Negeri Simbangdesa 01.
Melalui permainan, diskusi, dan kegiatan sederhana di kelas, siswa mendapatkan ruang untuk bertanya, menyampaikan pendapat, dan belajar bersama.
Program ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa KKN dalam mendukung kegiatan pendidikan di Desa Simbangdesa. Bagi siswa, materi yang diberikan diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari, tidak hanya selama berada di sekolah.
Mulai dari datang tepat waktu, menaati aturan, menjaga kebersihan, menggunakan fasilitas bersama dengan baik, hingga menghargai orang lain.
Hal-hal tersebut memang terlihat sederhana, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan hidup bersama.
Small habits can make a better school.
Melalui Program Kerja Pendampingan Edukatif bagi Siswa Sekolah Dasar Desa Simbangdesa, mahasiswa KKN Undip menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berisi materi, tetapi juga mengajak siswa melihat kembali kebiasaan mereka sehari-hari.
Karena belajar menjadi bagian dari masyarakat juga bisa dimulai dari dalam kelas, dari aturan sederhana, dan dari kebiasaan yang dilakukan setiap hari.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































