Melawan Jamur pada Stroberi Tanpa Fungisida: Potensi dari Bakteri Probiotik
Pernah membeli stroberi yang masih segar, tetapi beberapa hari kemudian sudah berjamur dan tidak lagi layak dimakan? Kondisi ini bukan hanya dialami konsumen di rumah, tetapi juga menjadi masalah besar bagi petani dan pedagang buah. Stroberi merupakan salah satu buah yang populer karena cita rasanya yang khas dan kandungan gizinya yang tinggi. Namun, buah ini juga terkenal mudah rusak setelah dipanen.
Salah satu penyebab utama kerusakan stroberi adalah jamur Botrytis cinerea. Jamur ini menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai busuk abu-abu (gray mold). Serangannya dapat terjadi selama penyimpanan maupun pengiriman buah ke pasar. Akibatnya, banyak stroberi yang terbuang sebelum sempat dikonsumsi, sehingga menimbulkan kerugian bagi petani dan pelaku usaha.
Selama ini, pengendalian jamur pada tanaman banyak dilakukan menggunakan fungisida atau obat antijamur berbahan kimia. Cara ini memang dapat membantu mengurangi kerusakan buah, tetapi penggunaan yang terlalu sering dapat menimbulkan masalah baru, seperti pencemaran lingkungan dan meningkatnya kemampuan jamur untuk bertahan terhadap pengobatan.
Karena itu, para ilmuwan terus mencari cara yang lebih aman dan ramah lingkungan. Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh tim peneliti dari Spanyol yang hasil penelitiannya dipublikasikan dalam jurnal Biological Control pada tahun 2024.
Alih-alih menggunakan bahan kimia, para peneliti mencoba memanfaatkan bakteri yang secara alami hidup pada buah beri, seperti stroberi, blueberry, dan raspberry. Mereka mengumpulkan berbagai mikroorganisme dari buah-buah tersebut dan menguji kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan jamur penyebab penyakit.
Hasilnya cukup menarik. Dari berbagai bakteri yang ditemukan, satu bakteri bernama Bacillus subtilis SB8 menunjukkan kemampuan terbaik dalam menghambat pertumbuhan beberapa jenis jamur yang sering merusak tanaman dan buah. Bakteri ini mampu memperlambat pertumbuhan jamur penyebab busuk abu-abu pada stroberi, serta beberapa jamur lain yang juga dapat menyebabkan penyakit pada tanaman.
Keunggulan bakteri ini tidak hanya terletak pada kemampuannya melawan jamur. Bacillus subtilis telah lama dikenal sebagai bakteri yang aman dalam pangan dan bahkan sering dimanfaatkan dalam berbagai produk probiotik. Dengan kata lain, bakteri ini memiliki potensi ganda, yaitu membantu melindungi tanaman sekaligus aman bagi manusia.
Para peneliti kemudian mencoba menggabungkan bakteri tersebut dengan lapisan pelindung yang dapat dimakan (edible coating). Lapisan ini dibuat menggunakan natrium alginat, bahan yang banyak digunakan dalam industri pangan untuk membantu melindungi permukaan makanan. Dengan cara ini, bakteri baik dapat tetap hidup pada permukaan stroberi sekaligus membantu menghambat pertumbuhan jamur penyebab pembusukan.
Perbandingan Kondisi Stroberi pada Empat Perlakuan Berbeda
Saat dicobakan pada stroberi, hasilnya menunjukkan bahwa buah yang diberi bakteri SB8 lebih tahan terhadap serangan jamur dibandingkan stroberi yang tidak diberi bakteri. Perlindungan terbaik diperoleh ketika bakteri digunakan bersama lapisan pelindung berbahan natrium alginat. Sebaliknya, penggunaan lapisan pelindung saja tanpa tambahan bakteri tidak banyak membantu mengurangi pembusukan buah.
Peneliti juga mempelajari materi genetik bakteri SB8 untuk mengetahui alasan di balik kemampuannya melawan jamur. Mereka menemukan bahwa bakteri ini memiliki kemampuan menghasilkan berbagai senyawa alami yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit. Selain itu, bakteri tersebut juga memiliki kemampuan bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan, sehingga tetap dapat hidup dan bekerja pada permukaan buah.
Temuan ini membuka peluang baru dalam upaya mengurangi kerusakan buah setelah panen. Jika penelitian lanjutan menunjukkan hasil yang sama pada skala yang lebih besar, penggunaan bakteri baik seperti Bacillus subtilis SB8 dapat menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan fungisida kimia secara terus-menerus.
Disusun oleh: Citra Nurul Alya, Khoerunisa Febrianti, Khujamberdieva Yasmina, Mayfa Salsabila, Meisa Rahima Putri, Nazwa Assyifa
Sumber: Menéndez-Canamares et al.. “Probiotic Bacillus subtilis SB8 and edible coatings for sustainable fungal disease management in strawberry.” Biological Control, Vol. 196, 2024.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































