Kegiatan sosial yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (Himanera) Universitas Pamulang (Unpam) Serang di Kp. Sidapurna, Kelurahan Teritih, pada Sabtu (7/3/2026) lalu, menurut saya bukan sekadar agenda musiman pengisi kalender Ramadan. Jika kita melihat lebih dalam, aksi menyantuni 25 anak yatim dan piatu ini mengungkapkan sebuah kebenaran penting: mahasiswa hari ini masih memiliki kepekaan nurani yang kuat di tengah gempuran sifat individualis era digital.
Bagi saya, tema “Menebar Senyum Ramadhan” yang mereka usung berhasil diwujudkan bukan karena besarnya nilai materi yang diberikan, melainkan karena ketulusan niatnya. Ketika donasi dikumpulkan secara kolektif dari kantong mereka sendiri, di situlah letak nilai tertingginya. Ini membuktikan bahwa gerakan kepedulian tidak selalu harus menunggu sokongan dana besar dari pihak luar, melainkan bisa dimulai dari kerelaan diri sendiri.
Saya menilai apa yang ditegaskan oleh Ketua Pelaksana, Aan, mengenai momentum Ramadan untuk mempererat solidaritas adalah sebuah kebenaran yang nyata. Sering kali organisasi kampus terjebak pada kegiatan internal yang sifatnya hura-hura atau sekadar mengejar eksistensi. Namun, keputusan Himanera Unpam Serang untuk turun langsung ke lapangan menunjukkan bahwa mereka paham betul di mana seharusnya posisi mahasiswa berada, yaitu di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan.
Kehadiran para tokoh masyarakat, RT, dan RW di lokasi acara juga memperkuat pandangan pribadi saya bahwa masyarakat sebetulnya sangat merindukan kehadiran kaum intelektual muda. Sinergi yang tercipta hari itu menunjukkan bahwa ketika mahasiswa datang dengan kerendahan hati untuk berbagi, masyarakat akan menyambutnya dengan tangan terbuka dan rasa syukur yang mendalam.
Pada akhirnya, opini saya bermuara pada satu kesimpulan: aksi di Desa Teritih ini adalah teladan kecil dengan dampak yang besar. Kebenaran yang bisa kita petik adalah bahwa kepedulian sosial tidak boleh berhenti saat Ramadan usai. Menjaga senyum dan masa depan 25 anak yatim tersebut adalah tanggung jawab moral kita bersama sebagai sesama manusia. Apa yang telah dimulai oleh mahasiswa Unpam Serang ini sudah sepatutnya menjadi refleksi bagi kita semua untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































