Surabaya – Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya melaksanakan kunjungan ke Kelompok Tani Keputih Bersemi yang berlokasi di Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, pada Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berdiskusi secara langsung dengan pengelola kelompok tani sekaligus menggali berbagai informasi mengenai praktik urban farming yang telah diterapkan di kawasan tersebut.
Kunjungan ini disambut langsung oleh Ketua Kelompok Tani Keputih Bersemi, Mohammad Ikhsan, yang berbagi pengalaman mengenai perjalanan kelompok tani sejak awal berdiri hingga berkembang seperti saat ini. Dalam sesi diskusi, mahasiswa memperoleh berbagai informasi mengenai latar belakang terbentuknya kelompok tani, tantangan yang dihadapi selama proses pengembangan, serta kondisi sumber daya manusia yang menjadi penggerak kegiatan urban farming di Kelompok Tani Keputih Bersemi.
Selain itu, Mohammad Ikhsan juga menjelaskan secara rinci proses budidaya sayuran, khususnya pakcoy, mulai dari tahap penyemaian benih, pindah tanam, perawatan, hingga proses panen dan pendistribusian hasil panen kepada konsumen. Penjelasan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai praktik budidaya yang diterapkan dalam sistem urban farming.
Dalam pemaparannya, Mohammad Ikhsan menjelaskan bahwa waktu panen pakcoy dapat bervariasi tergantung kondisi tanaman. Ia mengatakan, “Untuk pakcoy setelah pindah tanam sekitar 24–25 hari itu idealnya kita panen. Namun kadang pernah 20 hari itu sudah layak dipanen. Mungkin itu pengaruh bibitnya atau dari pemberian nutrisi, kami masih kurang tahu.”

Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai aspek teknis budidaya, pengelolaan kelompok tani, hingga distribusi hasil panen. Informasi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal dalam memahami praktik urban farming yang berkembang di Kota Surabaya.
Di akhir kegiatan, Mohammad Ikhsan turut memberikan motivasi kepada mahasiswa agar tidak ragu menekuni bidang urban farming. Menurutnya, generasi muda memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor pertanian perkotaan dengan memanfaatkan pengetahuan dan teknologi yang dimiliki.
“Untuk anak muda kalau ingin menekuni urban farming ini potensinya bisa lebih besar. Dengan bekal wawasan dan pengetahuan, nantinya bisa menjangkau pasar yang lebih luas untuk melakukan penjualan dari hasil urban farming ini,” pesannya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































