Dalam upaya pelestarian nilai budaya yang semakin mengalami erosi di era digital, seorang mahasiswi peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan 2025 menjalankan program bertajuk “Regenerasi Wisata Budaya Melalui Pendidikan” di Kelurahan Balocci Baru, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Program ini dirancang sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun kesadaran budaya di kalangan generasi muda. Dengan mengusung pendekatan contextual learning, experiential pedagogy, dan culturally responsive teaching, kegiatan ini mengintegrasikan metode interaktif—seperti pemanfaatan media visual, lagu daerah, hingga pementasan seni Bugis—yang membuat pembelajaran budaya menjadi lebih hidup dan bermakna.
“Banyak anak-anak tidak pernah melihat langsung tarian atau mendengar cerita rakyat dari daerahnya sendiri. Di sinilah pendidikan bisa menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan,” ujar Indah, pelaksana program KKN ini.
Program ini tidak hanya menyasar pemahaman tekstual tentang budaya lokal, tetapi juga menanamkan keterlibatan emosional dalam pelestarian nilai-nilai leluhur. Anak-anak dilibatkan aktif dalam eksplorasi budaya melalui, video edukatif tentang situs bersejarah seperti lukisan cadas Sumpang Bita dan Taman Batu Karts, pementasan seni lokal, termasuk puisi berbahasa Bugis dan musik tradisional, kuis interaktif yang menguji pemahaman sekaligus mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Hasilnya, keterlibatan anak-anak meningkat signifikan. Mereka lebih fokus, antusias, dan mampu menjelaskan makna simbolik dari tradisi yang mereka pelajari. Pendekatan ini diperkuat oleh kajian teoritik seperti Multimedia Learning oleh Mayer (2001) dan dual coding theory oleh Paivio (1986) yang menyebutkan bahwa pembelajaran dengan kombinasi visual dan verbal memperkuat retensi memori.
Menjawab Tantangan Modernisasi dengan Inovasi Budaya Digital. Dalam era di mana budaya seringkali dikompresi menjadi sekadar konten media sosial, program ini hadir sebagai koreksi kritis terhadap narasi yang kehilangan makna. Melalui konsep literasi digital berbasis nilai lokal (local-based digital storytelling), di masa depan program ini berpotensi dikembangkan dalam bentuk media interaktif seperti, animasi budaya lokal, konten media sosial edukatif, teknologi Augmented Reality (AR) untuk menghidupkan kembali warisan budaya yang kini justru terpinggirkan. Lewat keterlibatan generasi muda, program ini diharapkan melahirkan agen-agen pelestari budaya masa depan yang tidak hanya menghafal sejarah, tetapi menghidupkannya kembali dalam kehidupan sehari-hari.
Tentang KKN Kebangsaan 2025:
KKN Kebangsaan merupakan program kolaboratif antarperguruan tinggi di Indonesia yang bertujuan memupuk rasa kebangsaan, solidaritas lintas budaya, dan kontribusi nyata mahasiswa dalam pembangunan masyarakat melalui pengabdian langsung di daerah.
Kontak Media:
Email: indah.jalmav@gmail.com
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































