Bogor – Komitmen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal kembali diwujudkan melalui penelitian yang menghasilkan produk inovatif berupa Modul Pembelajaran Partisipatif Berbasis Culture Immersion dan Health and Wellness Tourism. Penelitian tersebut dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Jakarta sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan desa wisata yang berkelanjutan di Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.
Penelitian ini diketuai oleh Intan Purnama Dewi, M.Pd. dengan anggota tim Setiawan Wibowo, M.Par., Dr. Puji Hadiyanti, M.Si., Dr. Daddy Darmawan, M.Si., dan Nararia Hutama Putra, M.Pd. Seluruh anggota tim berasal dari lintas kepakaran yang saling melengkapi, mulai dari pendidikan masyarakat, pemberdayaan komunitas, hingga pengembangan pariwisata, sehingga menghasilkan produk penelitian yang tidak hanya memiliki nilai akademik tetapi juga aplikatif bagi masyarakat.
Ketua tim peneliti, Intan Purnama Dewi, M.Pd., menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan tindak lanjut dari penelitian sebelumnya yang mengidentifikasi besarnya potensi Desa Sukaharja dalam pengembangan culture immersion dan health and wellness tourism. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa desa memiliki kekayaan budaya Sunda yang autentik, bentang alam yang mendukung aktivitas wisata berbasis kesehatan dan kebugaran, serta masyarakat yang memiliki antusiasme tinggi untuk terlibat dalam pengembangan desa wisata. Namun demikian, penelitian juga menemukan adanya kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam aspek pengelolaan wisata berbasis masyarakat. Beberapa wisata yang mendukung hal tersebut di Desa Sukaharja antara lain: Curug Cibeungang, Gunung Batu, Curug Cisanca, dan Bendungan Cijeruy.

“Temuan tersebut menjadi dasar bagi kami untuk mengembangkan sebuah modul pembelajaran yang tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mendorong masyarakat belajar melalui pengalaman, diskusi, praktik, dan partisipasi aktif sesuai dengan karakteristik pendidikan masyarakat,” ujar Intan.
Penelitian dilaksanakan selama lima bulan dengan tahapan yang disusun secara sistematis. Pada Maret hingga April 2026, tim melaksanakan tahap perencanaan dan pra-penelitian yang meliputi studi literatur, penyusunan instrumen penelitian, koordinasi dengan Pemerintah Desa Sukaharja, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta identifikasi kebutuhan masyarakat.
Memasuki Mei 2026, tim melakukan pengumpulan data lapangan melalui observasi, wawancara mendalam, penyebaran kuesioner, serta Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan perangkat desa, Pokdarwis, tokoh masyarakat, pemuda, hingga unsur masyarakat lainnya. Hasil FGD menjadi dasar dalam merumuskan struktur, materi, dan pendekatan pembelajaran yang dituangkan ke dalam modul.
Pengumpulan Data bersama Pokdarwis
Selanjutnya pada Juni 2026, modul yang telah disusun menjalani proses validasi oleh para ahli dan praktisi sebelum diimplementasikan melalui uji coba terbatas bersama masyarakat Desa Sukaharja. Kegiatan uji coba dilaksanakan dalam bentuk pelatihan partisipatif yang memadukan diskusi kelompok, praktik lapangan, simulasi pelayanan wisata, hingga penyusunan rencana pengembangan desa wisata berbasis budaya dan kesehatan. Berbagai masukan dari validator maupun peserta menjadi dasar penyempurnaan produk.
Hasil uji coba menunjukkan bahwa modul dinilai mudah dipahami, sesuai dengan karakteristik masyarakat desa, serta mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengembangan desa wisata berbasis masyarakat, pelayanan wisata, pemanfaatan potensi budaya lokal, dan pengembangan aktivitas health and wellness tourism.
Pada Juli 2026, seluruh tahapan revisi berhasil diselesaikan sehingga menghasilkan modul final yang siap dimanfaatkan sebagai media pembelajaran masyarakat dalam pengembangan desa wisata. Modul tersebut dirancang menggunakan pendekatan pembelajaran partisipatif sehingga masyarakat tidak hanya menjadi peserta pelatihan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan pengetahuan secara kolektif.
Lebih lanjut, substansi modul kemudian dikembangkan menjadi buku referensi ilmiah berjudul PENDIDIKAN MASYARAKAT DAN DESA WISATA: Pemberdayaan, Pembelajaran Partisipatif, dan Pengembangan Wisata Berbasis Komunitas. Naskah buku telah dinyatakan lolos proses penilaian penerbit dan memperoleh Letter of Acceptance (LoA) sebagai tanda bahwa buku tersebut akan diterbitkan secara resmi dengan ISBN. Apabila tidak ada kendala, buku referensi tersebut diproyeksikan terbit pada September 2026.
Penelitian ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Negeri Jakarta dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di masyarakat. Kecamatan Sukamakmur telah menjadi salah satu wilayah kemitraan strategis UNJ, sedangkan Desa Sukaharja menjadi mitra sekaligus laboratorium lapangan (labsite) Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.
Melalui kemitraan tersebut, berbagai kegiatan akademik telah dilaksanakan secara berkelanjutan, mulai dari penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pendampingan keluarga, pendidikan seksualitas, perlindungan anak, hingga pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal. Kehadiran modul dan buku referensi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.
Ke depan, tim peneliti berencana memperluas implementasi modul melalui program pendampingan dan pengembangan model pembelajaran partisipatif pada desa-desa lain yang memiliki karakteristik serupa. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak berhenti sebagai luaran akademik semata, tetapi menjadi inovasi yang dapat diimplementasikan secara nyata untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan memperkuat pengembangan desa wisata berbasis komunitas di Indonesia.
“Kami berharap modul dan buku referensi ini tidak hanya menjadi luaran penelitian, tetapi benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat, pemerintah desa, perguruan tinggi, maupun para pengelola desa wisata sebagai panduan dalam mengembangkan desa wisata berbasis komunitas yang berkelanjutan.” tutup Intan Purnama Dewi, M.Pd.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































