Meskipun kenaikan harga Pertamax dinilai drastis, harganya masih di bawah negara-negara di Asia Tenggara seperti negara tetangga kita yaitu Kamboja, Myanmar, Timor Leste, dan Laos sesuai apa yang dikatakan Seskab Teddy.
“Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain,” ucap Seskab Teddy dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).
Namun, argumen dari Seskab Teddy mengundang emosi netizen di media sosial.
Meskipun apa yang dibilang Seskab Teddy adalah fakta, netizen tetap beranggapan bahwa adalah hal yang normal jika negara tetangga harga BBM lebih tinggi karena pendapatan mereka lebih tinggi dari Indonesia yang padahal tidak semua negara di Asia Tenggara tidak seperti itu.
Netizen marah dengan pernyataan dari Seskab Teddy, padahal apa yang dikatakan oleh Seskab Teddy tidak sepenuhnya salah. Faktanya meskipun Pertamax mengalami kenaikan harga, harganya masih di bawah harga BBM di beberapa negara Asia Tenggara.
Data di lapangan menunjukkan bahwa penyesuaian harga Pertamax ke angka Rp16.250 per liter sebenarnya masih berada di bawah nilai pasar Asia Tenggara.
Menariknya gaji bulanan rata-rata di Jakarta terhitung lebih besar dibandingkan beberapa ibu kota di negara Asia Tenggara. Sebagai perbandingan, berikut data gaji rata-rata bulanan ibu kota dan harga BBM di negara Asia Tenggara:
Indonesia – Gaji bulanan rata-rata Rp7.999.200 – Harga BBM RON 92 Rp16.250 per liter.
Kamboja – Gaji bulanan rata-rata Rp5.831.460 – Harga BBM RON 92 Rp20.960 per liter.
Myammar – Gaji bulanan rata-rata Rp4.860.000 – Harga BBM RON 92 Rp37.000 – Rp40.000 per liter.
Timor Leste – Gaji bulanan rata-rata Rp4.680.000 – Harga BBM RON 92 Rp31.500 – Rp32.300 per liter.
Laos – Gaji bulanan rata-rata Rp3.510.000 – Harga BBM RON 95 Rp24.000 – Rp26.900 per liter.
Pertanyaan terpenting adalah mengapa masyarakat tetap mengamuk?
Hal ini terjadi karena media massa dan algoritma media sosial cenderung framing dengan membahas isu ini secara sempit, yaitu hanya menyebut negara-negara tetangga yang meskipun memiliki harga BBM lebih tinggi, rata-rata gaji perbulannya juga tinggi
Hal ini sesuai dengan Teori Framing dari Robert Entman. Karena isu yang dibahas berat sebelah, masyarakat akhirnya gagal melihat fakta lainnya.
Fakta bahwa ada negara tetangga kita yang rata-rata gaji perbulannya lebih rendah tetapi harga BBM nya lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Netizen akhirnya menolak fakta bahwa apa yang dikatakan oleh Seskab Teddy tidak sepenuhnya salah.
Seharusnya netizen bisa lebih teliti dalam memahami suatu informasi dan lebih berhati-hati serta mencari tahu kembali kebenaran suatu informasi.
Pada akhirnya, kemarahan publik atas pernyataan Seskab Teddy adalah hasil dari penyimpangan informasi akibat framing media yang tidak seimbang.
Sudah saatnya kita berhenti untuk marah yang tidak berarti dan mulai melatih diri melihat berita dan kebijakan secara menyeluruh.
Mari menjadi netizen dan konsumen yang cerdas dengan cara menyaring informasinya, pahami konteks, dan sadari bahwa dalam urusan harga BBM kelas RON 92, posisi kita sebenarnya masih sangat beruntung.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































