Perkembangan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar, namun di sisi lain memunculkan ancaman baru yang semakin sulit dideteksi. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah teknologi Deepfake, yang mampu memanipulasi wajah dan suara seseorang dengan sangat mirip aslinya.
Kini, literasi digital dasar untuk sekadar membedakan berita asli dan palsu dirasa tidak lagi cukup. Penipuan berbasis AI dapat menyasar siapa saja, mulai dari panggilan telepon palsu yang meniru suara anggota keluarga hingga video manipulasi tokoh publik. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan keamanan digital kita telah naik ke level yang lebih serius.
Sebagai mahasiswa Pendidikan Non Formal, saya melihat perlunya edukasi yang lebih mendalam di masyarakat. Kita tidak bisa lagi hanya mengajarkan cara menggunakan internet, tetapi juga harus menanamkan sikap skeptis yang sehat terhadap konten berbasis AI. Verifikasi dua langkah dan kesadaran untuk tidak langsung percaya pada apa yang kita lihat atau dengar di layar menjadi kunci perlindungan diri.
Tanggung jawab menjaga ruang siber yang aman bukan hanya beban pemerintah, melainkan tugas kita bersama. Dengan memahami risiko AI, kita dapat memanfaatkan teknologinya secara positif tanpa harus menjadi korban dari penyalahgunaannya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































