MAGELANG – Sebuah pengabdian tulus mengalir dari tangan-tangan muda mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma). Mereka rela meluangkan waktu untuk mengajar mengaji di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Nur Imani, Dusun Bakalan RT 04, Desa Kenalan, Kecamatan Blondo, Kabupaten Magelang. Kegiatan yang dimulai sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat ini hadir menjawab kebutuhan mendesak akan tenaga pengajar agama di desa tersebut.
Desa Kenalan menghadapi persoalan klasik yang kini semakin mengkhawatirkan: keterbatasan jumlah pengajar agama. Pada waktu kegiatan pengabdian dimulai, TPQ Nur Imani hanya memiliki satu atau dua pengajar yang sudah berusia lanjut. Kondisi ini sangat tidak sebanding dengan jumlah anak dan remaja di desa tersebut yang membutuhkan bimbingan dalam mempelajari ilmu agama Islam.
“Tantangan terbesar kami adalah minimnya tenaga pengajar muda yang mampu membimbing anak-anak belajar membaca dan menulis Al-Qur’an dengan metode yang menarik,” ungkap salah seorang pengelola TPQ Nur Imani.
Kehadiran mahasiswa PAI Unimma menjadi angin segar di tengah kesulitan tersebut. Mereka datang tidak hanya membawa semangat, tetapi juga pengetahuan dan metode pembelajaran yang lebih variatif dan menyenangkan bagi anak-anak.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini berawal dari permintaan langsung pengelola TPQ Nur Imani kepada pihak kampus. Menyadari urgensi permasalahan, mahasiswa PAI Unimma pun menyambut dengan antusias. Mereka turun langsung ke mushola setempat untuk membimbing santri-santri cilik dalam membaca, menulis, dan memahami Al-Qur’an.
Kegiatan belajar mengaji dilaksanakan secara rutin setiap sore hari setelah salat Ashar. Para mahasiswa membagi tugas mengajar berdasarkan tingkat kemampuan santri, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah dasar hingga bacaan tajwid yang lebih kompleks. Selain mengajar Al-Qur’an, mereka juga memberikan pemahaman tentang konsep-konsep dasar ilmu agama Islam, seperti akidah, ibadah, dan akhlak.
Para mahasiswa PAI Unimma tidak hanya mengandalkan metode konvensional. Mereka mengintegrasikan berbagai pendekatan kreatif agar anak-anak lebih bersemangat belajar. Penggunaan media visual, permainan edukatif, dan sistem reward menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang diterapkan.
“Kami ingin anak-anak tidak merasa terbebani saat belajar mengaji. Dengan suasana yang menyenangkan dan metode yang variatif, mereka justru menunggu-nunggu waktu belajar di TPQ,” tutur salah seorang mahasiswa PAI yang terlibat dalam program ini.
Kehadiran mahasiswa PAI Unimma memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Desa Kenalan. Anak-anak kini memiliki kesempatan lebih luas untuk mempelajari Al-Qur’an dengan bimbingan yang memadai. Mereka tidak hanya belajar membaca dan menulis huruf Arab, tetapi juga memahami makna dan nilai-nilai Islam yang terkandung di dalamnya.
Program ini juga menghidupkan kembali semangat belajar agama yang sempat meredup. Kegiatan TPQ yang dahulu sepi peminat, kini ramai dikunjungi anak-anak dan remaja yang ingin mendalami ilmu agama bersama teman-teman sebayanya.
Melalui program pengabdian masyarakat ini, diharapkan TPQ Nur Imani dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Desa Kenalan. Lebih jauh lagi, kegiatan ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain yang mengalami permasalahan serupa.
“Kami berharap program seperti ini bisa berkelanjutan dan menjadi jembatan antara dunia kampus dengan kebutuhan riil masyarakat,” tutup pengelola TPQ Nur Imani dengan penuh harap.
Kisah pengabdian mahasiswa PAI Unimma ini membuktikan bahwa pendidikan agama bukan hanya tanggung jawab orang tua atau guru di sekolah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama, termasuk generasi muda terdidik yang siap terjun ke masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































