YOGYAKARTA – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan edukasi mengenai Sustainable Development Goals (SDGs) 10 dan 16 kepada santri tingkat sekolah dasar di Omah Ngaji Jogja pada Selasa (19/05/2026) pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan nilai perdamaian, kesetaraan, toleransi, dan sikap saling menghargai sejak usia dini melalui media pembelajaran interaktif “Peace and Equality Board” sebagai bentuk kontribusi mahasiswa PGSD UNY dalam mendukung SDGs 10 tentang pengurangannya kesenjangan serta SDGs 16 tentang perdamaian dan keadilan.
Dalam kegiatan tersebut, santri diajak memahami pentingnya toleransi, kejujuran, menghargai perbedaan, dan kehidupan rukun dalam kehidupan sehari-hari melalui pembelajaran interaktif menggunakan media pembelajaran interaktif “Peace and Equality Board”. Pada pelaksanaannya, mahasiswa PGSD UNY berperan sebagai pemateri sekaligus fasilitator kegiatan.
Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan antara mahasiswa PGSD UNY dan para santri Omah Ngaji Jogja yang dilanjutkan dengan sesi ice breaking untuk membangun semangat dan antusias peserta. Setelah itu, mahasiswa PGSD UNY menyampaikan materi mengenai Sustainable Development Goals (SDGs) 10 dan 16 yang berfokus pada pentingnya kesetaraan, toleransi, kejujuran, serta menjaga perdamaian dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian materi dilakukan menggunakan media “Peace and Equality Board” agar santri lebih mudah memahami isi materi secara interaktif dan menyenangkan.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif yang terdapat pada media “Peace and Equality Board”. Pada permainan pertama, yaitu “Roda Situasi”, dilakukan dengan cara memutar roda yang berisi berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari. Pada permainan ini, santri diminta menjawab dan menyampaikan tindakan yang akan dilakukan ketika menghadapi situasi tertentu, seperti melihat teman dibully, menghadapi perbedaan pendapat, atau membantu teman yang sedang kesulitan. Melalui kegiatan ini, santri diajak memahami pentingnya sikap peduli, toleransi, dan saling menghargai terhadap sesama.

Permainan kedua, yaitu “Misi Pencocok Sikap”, dilakukan dengan cara mencocokkan pertanyaan dengan sikap yang sesuai. Pada permainan ini, santri diminta memasangkan beberapa contoh situasi, seperti perilaku sosial di lingkungan masyarakat atau berkata sesuai kenyataan, dengan sikap yang tepat, seperti toleransi, jujur, sopan santun, dan kedisiplinan. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai karakter positif serta sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.
Permainan ketiga, yaitu “Detektif Sikap”, dilakukan dengan cara mengelompokkan berbagai perilaku ke dalam bagian sikap baik dan sikap buruk. Pada permainan ini, santri diminta menempatkan beberapa contoh perilaku, seperti jujur, mengantri, atau berbohong, ke dalam bagian yang sesuai. Melalui kegiatan ini, santri diajak memahami perbedaan antara perilaku positif dan perilaku negatif dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan yang diikuti oleh 18 santri Omah Ngaji Jogja ini berlangsung secara interaktif dengan dukungan dari pengurus dan lingkungan sekitar. Para santri juga terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang dilakukan melalui media pembelajaran edukatif “Peace and Equality Board”. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap pemahaman santri mengenai pentingnya sikap toleransi, kejujuran, dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut terlihat dari keaktifan santri saat menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta kemampuan mereka dalam membedakan perilaku baik dan perilaku buruk selama kegiatan berlangsung.
Salah satu mahasiswa PGSD UNY selaku penyelenggara dan pengembang media “Peace and Equality Board”, Nasywa Allyyah Putri, menyampaikan, “Melalui media pembelajaran yang interaktif, kami ingin mengenalkan nilai perdamaian dan kesetaraan kepada santri dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.”
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PGSD UNY menunjukkan komitmennya dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 10 tentang berkurangnya kesenjangan dan SDGs 16 tentang perdamaian dan keadilan. Edukasi mengenai nilai toleransi, kesetaraan, dan hidup rukun diharapkan dapat terus diterapkan oleh santri dalam kehidupan sehari-hari. Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan dengan jangkauan yang lebih luas sehingga semakin banyak anak yang memperoleh pembelajaran mengenai pentingnya perdamaian, saling menghargai, dan kepedulian terhadap sesama sejak usia dini.
Untuk melihat keseruan kegiatan implementasi media pembelajaran interaktif “Peace and Equality Board” bersama santri Omah Ngaji Jogja, dapat mengunjungi kanal YouTube @ZaskiaNabilaKhairunissaFIP2025
Kelompok 6 mata kuliah Pendidikan Pembangunan dan Berkelanjutan:
1. Frisca Wahyu hermawati (25010630165)
2. Mayla Rahmalia Azzahra (25010630084)
3. Mely Kususma Dewantari (25010630310)
4. Nasywa Allyyah Putri (25010630093)
5. Nur Sofia Aziza (25010630174)
6. Tiara Syahputri (25010630301)
7. Zaskia Nabila Khairunissa (25010630265)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































