TASIKMALAYA — Pondok Pesantren Srahtarjuningrahyu di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Kaaffah Tasikmalaya, Desa Pakemitan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, kembali menggelar program khitanan berjamaah ke-47, Kamis (28/5/2026), bertepatan dengan 11 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Kegiatan sosial keagamaan yang telah berlangsung hampir setengah abad itu menjadi bukti konsistensi pesantren dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat. Hadir mewakili Bupati Tasikmalaya, Asisten Daerah II Setda Kabupaten Tasikmalaya Asep Gunadi, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Jawa Barat , unsur Forkopimcam Kecamatan Ciawi, Camat Ciawi, perwakilan Polsek dan Koramil, anggota DPRD Provinsi Banten Ahmad Jazuli, anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya H. Dedi Zulharman, Ketua MUI Kecamatan Ciawi, Ketua DKMB Ciawi, jajaran pengurus yayasan dan Pesantren, tenaga pendidik, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para alumni santri dan jamaah pengajian.
Dalam sambutannya, Yod Mintaraga atau yang akrab disapa Kang Yod menyampaikan apresiasi tinggi kepada pesantren dan panitia penyelenggara yang istiqamah menggelar khitanan berjamaah setiap momentum Dzulhijjah.
“Saya merasa bangga karena pernah belajar di pesantren ini pada tahun 1959. Ponpes Srahtarjuningrahyu tetap konsisten mengabdi kepada masyarakat melalui khitanan berjamaah yang sudah berjalan selama 47 tahun,” ujar Kang Yod.
Ia menegaskan, sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Jawa Barat, dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung kegiatan sosial dan keagamaan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Kang Yod juga mengungkapkan bahwa dirinya telah membantu pembangunan infrastruktur jalan hotmix di lingkungan pesantren. Selain itu, ia berkomitmen mengupayakan bantuan pembangunan sarana kobong atau asrama santri sebagai penunjang kegiatan pendidikan keagamaan.

Menurut dia, pembangunan sarana publik maupun fasilitas pesantren tidak terlepas dari kontribusi masyarakat melalui pembayaran pajak. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dalam memenuhi kewajiban perpajakan demi mendukung pembangunan daerah.
Pada kesempatan tersebut, Kang Yod turut memohon doa dan dukungan masyarakat terhadap ikhtiar pengembangan wilayah Tasikmalaya Utara sebagai bagian dari upaya mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat.
“Jika pengembangan daerah ini terwujud, maka pelayanan kepada masyarakat akan semakin mudah dan pembangunan dapat lebih merata,” katanya.

Sosok Kang Yod sendiri dikenal dekat dengan berbagai kalangan masyarakat, termasuk lingkungan pesantren. Kiprahnya di dunia politik juga terbilang panjang. Politikus asal Desa Cipondok, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya itu tercatat pernah menjadi anggota DPRD Kota Bandung selama empat periode berturut-turut sebelum dipercaya duduk di DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.
Pada Pemilu Legislatif 2024 lalu, Kang Yod kembali terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut. Atas capaian tersebut, ia bahkan menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai anggota DPRD terpilih terlama secara berkesinambungan.
Sebagai bentuk penghargaan atas perhatian dan kontribusinya terhadap pesantren, panitia khitanan berjamaah bersama Yayasan Pendidikan Islam Kaaffah Ponpes Srahtarjuningrahyu menyerahkan piagam penghargaan kepada Kang Yod di sela kegiatan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































































