Tiga pintu terbuka lebar di hadapan Muhammad Raihan Yusuf Arroyani. Dua di antaranya mengarah ke Teknik Kimia di program internasional UGM dan ITS, sementara satu pintu lainnya membawanya ke Teknik Kelautan ITB melalui jalur Seleksi Siswa Unggul (SSU). Ketika banyak murid mungkin akan bingung menentukan pilihan, Raihan justru mantap melangkah menuju ITB. Bagi murid kelas XII G MAN 1 Yogyakarta ini, pilihan tersebut bukan sekadar soal kampus tujuan, tetapi tentang menjemput masa depan yang paling sesuai dengan minat dan impian yang telah tumbuh sejak bangku sekolah.
Ketertarikan Raihan pada dunia rekayasa tumbuh sejak ia memasuki kelas XI. Berawal dari penjurusan IPA, ia semakin menikmati mata pelajaran Fisika dan Kimia. Dari dua mata pelajaran tersebut, ia mulai mengenal dunia process and design engineering yang memadukan logika, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah. “Saya menikmati ketika harus memecahkan sebuah masalah dengan pendekatan ilmiah. Dari situlah saya merasa dunia engineering adalah bidang yang paling sesuai dengan diri saya,” ungkap Raihan.
Ketertarikan itu kemudian berkembang menjadi visi yang lebih jelas tentang masa depan. Raihan tidak hanya ingin memahami teori-teori sains, tetapi juga ingin terlibat langsung dalam perancangan dan pengembangan solusi teknik yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itulah, ketika kesempatan untuk menempuh pendidikan di Teknik Kelautan ITB terbuka, ia melihatnya sebagai ruang yang tepat untuk mengembangkan minat tersebut sekaligus mempersiapkan diri menjadi seorang professional field engineer.
Pilihan Raihan juga mencerminkan keberaniannya menatap sektor yang sangat penting bagi Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan banyak ahli yang mampu merancang, membangun, dan mengelola berbagai infrastruktur di wilayah laut. Di Program Studi Teknik Kelautan ITB, mahasiswa mempelajari beragam bidang, mulai dari struktur lepas pantai, teknologi energi laut, pelabuhan, bangunan pantai, hingga rekayasa lingkungan laut.
Lulusan Teknik Kelautan berperan dalam berbagai proyek strategis, seperti pembangunan pelabuhan, pengembangan energi lepas pantai, perlindungan wilayah pesisir, hingga eksplorasi sumber daya maritim. Bagi Raihan yang menyukai dunia design and process engineering, bidang ini menawarkan tantangan sekaligus peluang untuk berkontribusi langsung pada pembangunan bangsa. Memilih Teknik Kelautan ITB berarti memilih untuk melihat laut bukan sekadar hamparan wilayah geografis, melainkan ruang inovasi dan masa depan. Di sanalah Raihan memilih menambatkan mimpinya.

Di balik keberhasilannya, Raihan memiliki cara belajar yang sederhana tetapi efektif. Ia terbiasa menerapkan pendekatan flow state, yaitu kondisi ketika fokus dan perhatian tercurah sepenuhnya pada materi yang sedang dipelajari. Dalam keadaan tersebut, ia merasa mampu memahami informasi lebih cepat, berpikir lebih kritis, dan menikmati proses belajar tanpa tekanan berlebihan.
Baginya, belajar bukan sekadar mengejar hasil akhir, melainkan proses untuk terus berkembang. Semangat itu tercermin dalam prinsip hidup yang selalu ia pegang, yaitu Go Beyond. “Go Beyond artinya melampaui. Semasa mampu, kita harus berusaha sampai melampaui diri kita di hari kemarin” kata Raihan. Sebuah kalimat sederhana yang menjadi pengingat untuk tidak berhenti pada pencapaian hari ini.
Selain aktif belajar, Raihan juga gemar menulis esai dan berolahraga. Menulis membantunya melatih kemampuan berpikir kritis dan menyusun gagasan secara sistematis, sedangkan olahraga mengajarkan disiplin, konsistensi, dan ketahanan mental. Kedua aktivitas tersebut menjadi penyeimbang yang mendukung perjalanan akademiknya.
Di tengah berbagai pencapaian yang diraih, Raihan tetap memandang perjalanan ini sebagai awal dari proses belajar yang lebih panjang. Ia menyadari bahwa keberhasilan tidak datang hanya karena kemampuan, tetapi juga karena keberanian untuk mencoba dan terus bertahan saat menghadapi kegagalan. Karena itu, kepada adik-adik kelasnya, ia berpesan agar tidak takut mengambil peluang yang ada. “Jangan takut mencoba. Gagal dalam satu jalur bukan berarti masa depanmu hancur. Jika diberi kemampuan, maka manfaatkan dengan baik.”
Perjalanan Raihan menunjukkan bahwa keberhasilan bukan hanya tentang banyaknya pilihan yang tersedia, melainkan keberanian untuk menentukan jalan yang paling sesuai dengan panggilan hati. Dari MAN 1 Yogyakarta, ia kini bersiap menapaki babak baru di Teknik Kelautan ITB melalui jalur SSU, membawa semangat Go Beyond untuk terus belajar, bertumbuh, dan melampaui batas dirinya sendiri.
Dengan cita-cita menjadi seorang professional field engineer, Raihan telah membuktikan bahwa mimpi besar tidak selalu dimulai dari langkah yang mudah. Terkadang, mimpi besar justru dimulai dari keberanian memilih jalan yang paling menantang, lalu melangkah mantap ke arahnya. Dan bagi Raihan, jalan itu bermuara pada Teknik Kelautan ITB.
Penulis: Lilis Ummi Fa’iezah, S.Pd., M.A (Guru MAN 1 Yogyakarta)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































