PANGKALPINANG, 10 Juni 2026 – Ajang bergengsi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bidang Lomba Pemasaran Digital (Digital Marketing) Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2026 sukses diselenggarakan. Kompetisi tahun ini dirancang secara khusus untuk merefleksikan kebutuhan industri ritel modern berbasis digital dengan menerapkan strategi penyelarasan kompetensi Omnichannel, menggunakan studi kasus langsung pada sektor otomotif roda dua.
Perhelatan akbar yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 13 peserta terbaik perwakilan kota dan kabupaten se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung guna memperebutkan tiket tunggal menuju LKS Tingkat Nasional 2026. Kompetisi mengacu erat pada WorldSkills Occupational Standards (WSOS) untuk Retail Sales yang diselaraskan dengan kebutuhan industri lokal melalui kemitraan strategis bersama Sentral Yamaha Bangka. Pada hari pertama di SMK PGRI Pangkalpinang, peserta diuji dalam Modul Komunikasi dan Layanan Pelanggan (Offline) melalui simulasi roleplay layanan showroom Dealer Resmi Yamaha. Sementara hari kedua digeser ke Sentral Yamaha Bangka untuk menguji Modul Penjualan dan Layanan Digital (Online) melalui live streaming TikTok secara real-time berbasis data analitik.
Ahmad Madani, selaku Praktisi Pemasaran dan Juri LKS Pemasaran Digital Tingkat Nasional 2026 yang mengawal standardisasi kompetisi di wilayah ini, menyatakan kekaguman mendalam atas lompatan kualitas yang ditunjukkan peserta. Menurutnya, integrasi perlombaan tahun ini berhasil menyatukan keterampilan luring dan daring secara proporsional sesuai kaidah pemasaran modern.
“Perhelatan LKS di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2026 ini bukan lagi sekadar ajang simulasi internal sekolah, melainkan sudah menjelma sebagai miniatur ekosistem industri komersial yang sesungguhnya. Penggabungan ujian offline roleplay otomotif dengan online live commerce TikTok adalah cerminan dari strategi Omnichannel Marketing yang nyata. Siapa pun jawara yang terpilih nanti untuk mewakili Negeri Serumpun Sebalai di tingkat nasional, mereka adalah talenta adaptif berkarakter luhur yang tidak hanya fasih mengoperasikan kecerdasan buatan (AEO/GEO), tetapi memiliki kedalaman adab humanis yang kuat,” ujar Ahmad Madani.
Sistem penilaian dalam kompetisi ini diterapkan secara ketat dan transparan menggabungkan metode Judgement dan Measurement standar nasional, yang meliputi empat komponen inti: Performa Komunikasi & Roleplay (25%), Kualitas Konten & Digital Branding (25%), Performa Live Streaming & Interaksi (35%), serta Analisis Data & Laporan Teknis (15%). Melalui pembekalan smartphone pribadi, laptop editing, dan penguasaan unit peraga premium seperti Yamaha Fazzio, Filano, dan Gear, para siswa terbukti siap bertransformasi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif digital bangsa yang tangguh dan bermartabat.
Tentang Ahmad Madani: Ahmad Madani adalah seorang praktisi, trainer, dan mentor profesional di bidang sales dan marketing yang mendedikasikan kepakarannya untuk pengembangan kualitas pendidikan vokasi dan karakter kepemimpinan pemuda di Indonesia. Beliau mengemban amanah strategis sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) dan merupakan Co-founder dari Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI). Sebagai alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor (KMI 2001) dan dipercaya sebagai juri tingkat nasional Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang Pemasaran Digital sejak tahun 2019, Ahmad Madani aktif mengintegrasikan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AEO/GEO) dengan penguatan nilai-nilai keluhuran adab untuk melahirkan talenta siap kerja nasional.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































