Kelompok Berbasis Keahlian (KBK) Administrasi Pembangunan, Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat pada selasa (19/5/2026) yang bertempat di Kampoeng Djadhoel Kampung Batik Semarang. Kegiatan ini mengusung tema “From Batik to Digital Market: Pelatihan Startup sebagai Strategi Digital Governance Berbasis Eco-Branding dalam Pemberdayaan UMKM Batik di Kampoeng Djadhoel Kampung Batik Semarang.” Narasumber yang hadir adalah Johnsen Hezron Gelora Kasih, S.AP., seorang praktisi content creator sekaligus mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Publik FISIP Universitas Diponegoro.

(Sumber: Dokumentasi Pribadi Departemen Administrasi Publik Undip, 2026)
Ketua kegiatan, Prof. Dr. Dra. Sri Suwitri, M.Si., menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat melalui transfer pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan saat ini.
Acara dipandu oleh Renata Jati Nirmala, S.IAN., MPA yang menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM batik dalam memasarkan produknya melalui pemanfaatan teknologi digital. Senada dengan hal tersebut, Dr. Johan Bhimo Sukoco, S.Sos., M.Si. selaku pelaksana teknis kegiatan menegaskan bahwa pelatihan startup merupakan upaya strategis untuk mendorong pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan berbagai platform dan aplikasi digital guna mengembangkan usaha mereka secara lebih efektif.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 14 pelaku usaha batik yang tergabung dalam Kampoeng Djadhoel Kampung Batik Semarang. Para peserta memperoleh materi mengenai pengembangan startup dan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pemasaran produk batik. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada konsep eco-branding sebagai strategi pemasaran yang menekankan nilai-nilai keberlanjutan dan kepedulian lingkungan. Dr. Titik Djumiarti, S.Sos., M.Si. menjelaskan bahwa penerapan eco-branding diharapkan dapat memperkuat identitas produk batik lokal sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di era digital melalui praktik digital governance yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































