Kota Bima – Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bima memberikan pembekalan kepada Calon Peserta Jambore Nasional (Jamnas) XII Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bima melalui kegiatan edukasi keamanan pangan yang dilaksanakan pada Sabtu, 20 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian program Training Center yang diselenggarakan oleh Kwarcab Kota Bima sebagai persiapan menjelang pelaksanaan Jambore Nasional XII yang akan berlangsung pada 13–21 Agustus 2026.
Pembekalan dilaksanakan di tengah suasana perkemahan yang diikuti oleh 32 Pramuka Penggalang dari berbagai gugus depan di wilayah Kota Bima. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi materi yang diberikan, mengingat tema yang diangkat sangat relevan dengan aktivitas yang akan mereka jalani selama mengikuti perkemahan berskala nasional tersebut.
Kepala Balai POM di Bima yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Mabisaka POM) Kota Bima, Adjis Sandjaya, hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Pada kesempatan itu, ia menyampaikan materi berjudul “Mencegah Insiden Keamanan Pangan pada Saat Berkemah” yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pentingnya menjaga keamanan pangan selama berada di lingkungan perkemahan.

Dalam pemaparannya, Adjis menjelaskan bahwa kegiatan berkemah memiliki berbagai tantangan terkait pengelolaan makanan, mulai dari proses penyimpanan bahan pangan, pengolahan makanan, hingga cara penyajian dan konsumsi. Kondisi lingkungan terbuka serta keterbatasan sarana pendukung sering kali menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya insiden keamanan pangan apabila tidak diantisipasi dengan baik.
“Peserta jambore akan banyak beraktivitas di luar ruangan dan mengelola kebutuhan makan secara mandiri maupun kelompok. Oleh karena itu, pemahaman mengenai keamanan pangan menjadi bekal penting agar mereka dapat menjaga kesehatan selama mengikuti kegiatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, peserta diberikan pemahaman mengenai tiga jenis bahaya utama yang dapat mencemari pangan, yaitu bahaya fisik, bahaya kimia, dan bahaya biologis. Bahaya fisik dijelaskan sebagai kontaminasi yang berasal dari benda asing seperti kerikil, rambut, serpihan plastik, pecahan kaca, atau benda lain yang tidak seharusnya terdapat dalam makanan. Sementara itu, bahaya kimia dapat berasal dari paparan bahan berbahaya seperti pestisida, deterjen, atau bahan kimia lainnya yang secara tidak sengaja mencemari pangan.
Adapun bahaya biologis merupakan ancaman yang berasal dari mikroorganisme seperti bakteri, virus, maupun jamur yang dapat berkembang pada makanan yang tidak diolah atau disimpan dengan benar. Bahaya biologis ini menjadi salah satu penyebab utama kasus keracunan pangan yang sering terjadi di berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan perkemahan.
Selain menjelaskan berbagai jenis bahaya tersebut, peserta juga dibekali langkah-langkah praktis untuk mencegah terjadinya kontaminasi pangan. Beberapa di antaranya adalah menjaga kebersihan tangan sebelum mengolah dan mengonsumsi makanan, menggunakan air bersih, memisahkan bahan pangan mentah dan matang, memastikan makanan dimasak hingga matang sempurna, serta menyimpan makanan pada kondisi yang aman agar tidak mudah terkontaminasi mikroorganisme.
Sesi pembekalan berlangsung interaktif dengan adanya diskusi dan tanya jawab. Para peserta terlihat aktif mengajukan pertanyaan seputar praktik keamanan pangan yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari maupun saat mengikuti kegiatan perkemahan. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat mereka untuk memahami cara menjaga kesehatan diri dan kelompok selama mengikuti kegiatan Jamnas.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara Balai POM di Bima dan Gerakan Pramuka dalam membangun generasi muda yang tidak hanya tangguh dan mandiri, tetapi juga memiliki pengetahuan serta keterampilan dasar dalam menjaga kesehatan dan keselamatan diri. Melalui edukasi yang diberikan, diharapkan para peserta mampu menjadi agen perubahan yang dapat menerapkan sekaligus menyebarluaskan informasi mengenai keamanan pangan kepada teman sebaya dan lingkungan sekitarnya.
Dengan pembekalan tersebut, calon peserta Jambore Nasional XII diharapkan lebih siap menghadapi berbagai aktivitas selama perkemahan serta mampu menghindari risiko insiden keamanan pangan, termasuk keracunan makanan. Bekal pengetahuan yang diperoleh selama Training Center diharapkan menjadi modal penting bagi peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Jambore Nasional dengan sehat, aman, dan penuh semangat hingga akhir pelaksanaan kegiatan pada Agustus mendatang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































