JAKARTA – Fenomena masyarakat yang langsung membawa korban cedera atau kecelakaan ke pengobatan alternatif “sangkal putung” atau tukang urut masih kerap dijumpai. Padahal, tindakan tersebut menyimpan risiko besar jika kondisi tulang di dalam belum diketahui secara pasti melalui pemeriksaan medis.
Merespons hal tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Poltekkes Kemenkes Jakarta II menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan di ruang tunggu Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan rontgen (sinar-X) dalam mendeteksi patah tulang akibat cedera atau kecelakaan.
Kolaborasi Demi Edukasi Masyarakat
Kegiatan edukasi ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim PkM Poltekkes Kemenkes Jakarta II, Bapak Heri Kuswoyo, yang bekerja sama secara sinergis dengan Penanggung Jawab Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Cilandak, Ibu Supriyanti.
“Kami melihat masih banyak masyarakat yang ketika mengalami kecelakaan, kecenderungan pertamanya adalah pergi ke alternatif atau sangkal putung untuk diurut. Padahal, hal tersebut sangat tidak diperbolehkan sebelum ada diagnosis medis,” ujar Heri Kuswoyo di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, memaksakan tindakan urut pada area yang mengalami cedera tanpa tahu kondisi struktur di dalamnya justru berpotensi memicu pergeseran tulang yang lebih parah dan mengakibatkan cedera atau patah tulang menjadi jauh lebih serius.
Gunakan Media Videotron Ruang Tunggu
Untuk menarik perhatian pasien dan pengantar yang sedang mengantre, tim PkM memanfaatkan fasilitas videotron yang tersedia di ruang tunggu Puskesmas Cilandak.
Media edukasi yang ditayangkan berupa video informatif yang diproduksi secara khusus oleh tim Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Melalui tayangan visual tersebut, masyarakat diperlihatkan bagaimana proses rontgen bekerja, mengapa diagnosis awal itu penting, serta dampak buruk yang bisa terjadi jika patah tulang ditangani secara keliru.
Sementara itu, Ibu Supriyanti selaku PJ Promkes Puskesmas Cilandak menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, pemanfaatan videotron di ruang tunggu sangat efektif karena mampu menyampaikan pesan kesehatan secara visual tanpa membuat pasien merasa jenuh saat menunggu antrean pelayanan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak lagi ragu atau menunda untuk melakukan pemeriksaan rontgen di fasilitas kesehatan sesaat setelah mengalami benturan keras atau kecelakaan, demi penanganan medis yang cepat, tepat, dan aman. (Tim PkM: Heri Kuswoyo, Muhammad Rizki, Styo Adi Saputro, Firyal Isaura Mufida, Kezia Sefiana)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































