Gresik – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pola Asuh Gizi dalam Penanganan Anak Picky Eater” di Balai Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, pada Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menghadapi perilaku picky eater pada balita melalui edukasi pola asuh gizi dan pelatihan pengolahan makanan bergizi berbahan dasar kentang.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya balita yang mengalami kesulitan makan serta rendahnya variasi menu yang diberikan di lingkungan keluarga. Berdasarkan hasil observasi dan koordinasi bersama kader Posyandu Desa Lasem, sebagian ibu masih mengalami kesulitan dalam menangani anak yang hanya memilih makanan tertentu atau menolak mencoba makanan baru. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pemenuhan kebutuhan gizi serta pertumbuhan anak apabila tidak ditangani dengan tepat.
Sebagai solusi, mahasiswa KKN menyelenggarakan penyuluhan mengenai penyebab, dampak, dan strategi penanganan picky eater yang dikombinasikan dengan praktik langsung pembuatan makanan bergizi berbahan dasar kentang. Dalam pelatihan ini peserta diperkenalkan tiga menu inovatif, yaitu Potato Pom-Pom Wortel Keju, Potato Chips, dan Potato Veggie Omelette, yang dirancang agar memiliki kandungan gizi baik sekaligus menarik bagi balita.
Kegiatan diikuti oleh sepuluh peserta yang terdiri atas kader PKK dan ibu yang memiliki balita berusia di atas 12 bulan. Selama pelaksanaan, peserta mengikuti penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi memasak, hingga praktik langsung membuat olahan kentang. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta keterlibatan aktif dalam setiap sesi kegiatan.
`Dosen Pembimbing Lapangan, Muchammad Rizal, S.Psi., M.Psi., menyampaikan bahwa edukasi kepada orang tua merupakan langkah penting dalam mendukung perbaikan status gizi balita karena orang tualah yang memiliki peran utama dalam membentuk kebiasaan makan anak. “Penanganan anak picky eater memerlukan pendekatan yang tepat, bukan dengan paksaan, tetapi melalui pola asuh yang positif serta penyajian makanan yang menarik dan bergizi. Melalui kegiatan ini diharapkan para ibu memiliki bekal untuk menerapkannya di rumah,” ujarnya.
Koordinator kegiatan, Ibu Lifatirotin, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan mudah dipahami dan praktik pengolahan makanan sangat bermanfaat karena menggunakan bahan yang mudah diperoleh masyarakat. Ia juga berharap produk olahan kentang yang diperkenalkan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif menu dalam Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu.
Selain penyuluhan dan praktik memasak, tim mahasiswa juga menyerahkan buku panduan edukasi mengenai picky eater dan pola asuh gizi kepada kader Posyandu sebagai media pembelajaran yang dapat digunakan dalam kegiatan penyuluhan berikutnya. Langkah ini diharapkan mampu mendukung keberlanjutan program meskipun kegiatan KKN telah selesai.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kader PKK, dan Posyandu, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi balita, mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai menu sehat keluarga, serta membantu menekan permasalahan picky eater melalui pendekatan edukatif yang berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































