Gresik – Di tengah meningkatnya kebutuhan akan ketahanan pangan mandiri tingkat keluarga, keterbatasan lahan pekarangan di kawasan pedesaan yang mulai padat sering kali menjadi hambatan bagi warga untuk membudidayakan tanaman secara produktif. Kondisi ini sempat terlihat pada Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di area Balai Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, yang mengalami penurunan fungsi akibat tata kelola lahan yang tidak konsisten.
Melihat kondisi tersebut, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya turun langsung ke tengah masyarakat untuk menghadirkan solusi konkret. Mahasiswa Sub Kelompok 6 KKN Untag Surabaya menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk “Optimalisasi Taman TOGA Melalui Inovasi Sistem Pertanian Vertikultur Pipa Kotak” dengan menggandeng mitra lokal dari kelompok Ibu-Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Lasem.
Sistem pertanian kota (urban farming) vertikultur yang dihadirkan ini mengandalkan instalasi rak besi berundak dengan dimensi 2,5 x 0,6 x 1 meter yang memanfaatkan wadah pipa PVC kotak (talang air). Secara teknik, penggunaan penampang pipa berbentuk kotak ini memberikan keunggulan struktural yang signifikan karena jauh lebih stabil saat disusun bertingkat dan mampu menampung volume media tanam tanah organik dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan pipa bulat konvensional. Lahan demplot percontohan ini digunakan untuk membudidayakan berbagai komoditas tanaman obat keluarga unggulan, mulai dari jahe, kunyit, kencur, serai, hingga variasi tanaman herbal lainnya seperti jeruk purut, sambung dara, sirih, laos, dan binahong.
Banyak pekarangan rumah warga yang belum dimanfaatkan secara optimal karena minimnya pengetahuan teknis mengenai sistem tanam hemat lahan. Akibatnya, ketergantungan pemenuhan kebutuhan pangan dan herbal harian terhadap pasar luar masih sangat tinggi. Guna memastikan adanya transfer pengetahuan yang efektif, tim KKN Untag Surabaya tidak hanya membangun infrastruktur fisik, melainkan juga menyelenggarakan agenda sosialisasi dan edukasi interaktif. Dalam pemaparannya, mahasiswa membekali Ibu-Ibu PKK dengan petunjuk teknis yang dikemas secara visual melalui materi presentasi (PPT). Materi tersebut mencakup petunjuk lengkap, mulai dari formula peracikan media tanam yang ideal (campuran tanah, kompos, dan sekam) hingga metode perawatan tanaman jangka panjang agar tumbuh optimal.
“Kami berharap kegiatan ini bisa membuka ruang inovasi bagi Ibu-Ibu PKK Desa Lasem bahwa keterbatasan lahan bukanlah halangan untuk menciptakan pekarangan yang produktif. Melalui sistem vertikultur ini, warga memiliki pijakan mandiri untuk memenuhi kebutuhan herbal dan pangan keluarga tanpa harus bergantung pada lahan yang luas,” ujar perwakilan mahasiswa KKN Untag Surabaya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus menjaga keberlanjutan program, kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa buku panduan praktis cetak yang nantinya akan diserahkan kepada pihak pengurus PKK desa sebagai modul pegangan mandiri. Ke depan, tim merekomendasikan agar sistem vertikultur ini dapat diduplikasi secara swadaya di setiap pekarangan rumah warga dengan memanfaatkan panduan teknis yang telah disiapkan.
Program pengabdian masyarakat ini berada di bawah bimbingan dan pendampingan penuh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muchammad Rizal, S.Psi., M.Psi., yang berharap kolaborasi antara mahasiswa Untag Surabaya dan Ibu-Ibu PKK Desa Lasem dapat terus berjalan secara konsisten demi mendorong produktivitas lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa setempat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































