GRESIK, Sebagai upaya mengatasi persoalan sampah organik yang selama ini menumpuk di lingkungan warga, tim pengabdian kepada masyarakat menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan teknologi budidaya maggot di Desa Purwodadi, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini mengangkat tema “Teknologi Budidaya Maggot Solusi untuk Mengurangi Sampah Organik” dan disambut antusias oleh warga setempat yang selama ini kerap mengeluhkan tumpukan sampah rumah tangga dan limbah pertanian.
Bertempat di Balai Desa Purwodadi, kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga, kelompok tani, peternak, hingga perangkat desa. Dalam pelaksanaannya, tim pelaksana memberikan pemaparan materi mengenai siklus hidup larva black soldier fly (BSF) atau yang lebih dikenal dengan sebutan maggot, cara pembuatan media budidaya sederhana, hingga teknik pemberian pakan menggunakan limbah organik yang tersedia di lingkungan sekitar.
Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa maggot dipilih sebagai solusi karena kemampuannya mengurai sampah organik dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan metode pengomposan konvensional. “Dengan budidaya maggot, sampah organik yang tadinya menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan memiliki nilai jual,” ujarnya di hadapan peserta pelatihan. Ia menambahkan bahwa metode ini juga tergolong mudah diterapkan oleh masyarakat karena tidak memerlukan modal maupun peralatan yang rumit.

Selain memberikan manfaat lingkungan, kegiatan ini juga membuka wawasan warga mengenai potensi ekonomi dari budidaya maggot. Maggot yang dipanen dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif ternak unggas dan ikan dengan kandungan protein tinggi, sementara residu budidayanya atau kasgot dapat dijadikan pupuk organik untuk mendukung sektor pertanian desa. Salah satu peserta yang berprofesi sebagai peternak ikan mengaku tertarik untuk mempraktikkan teknologi ini secara mandiri di rumah guna menekan biaya pakan yang selama ini menjadi beban utama usahanya.

Kepala Desa Purwodadi turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dan berharap program tersebut dapat berkelanjutan dengan pendampingan yang konsisten dari tim pelaksana. Ia menilai teknologi budidaya maggot sangat relevan dengan kondisi desa yang mayoritas penduduknya bergerak di sektor pertanian dan peternakan, serta berpotensi dikembangkan menjadi unit usaha produktif berbasis masyarakat. Ke depan, pihak desa berencana menjadikan salah satu kelompok warga sebagai percontohan pengelolaan sampah organik berbasis maggot yang nantinya dapat direplikasi oleh dusun-dusun lain di wilayah Kecamatan Sidayu.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































