Gresik – Sekelompok mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menjalankan program pengabdian masyarakat dengan menghadirkan teknologi tepat guna berupa mesin spinner peniris minyak untuk UMKM Keripik Tempe milik Herlik Kusmawati di Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026, pukul 08.30–11.00 WIB.
Program ini dilaksanakan oleh subkelompok mahasiswa yang beranggotakan Achmad David Saputra dari Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, selaku ketua subkelompok; Diah Ayu Susilaningtias dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis; Fransiskus Ovaldus Santus dari Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik; serta Frederica Linda Setiyawati dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Rizki Dwi Bakhtiar Surin, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Sebelum menentukan program, tim mahasiswa lebih dulu berdiskusi dengan mitra dan melakukan observasi langsung terhadap proses produksi keripik tempe. Dari hasil pengamatan tersebut, diketahui bahwa proses penanganan keripik setelah digoreng masih dilakukan secara manual menggunakan tampah beralas kertas minyak, sehingga membutuhkan waktu cukup lama sebelum keripik siap dikemas. Akibatnya, proses pengemasan biasanya baru bisa dilakukan pada sore hari.
Berdasarkan kebutuhan tersebut, tim mahasiswa menghadirkan mesin spinner peniris minyak yang bekerja dengan prinsip gaya sentrifugal untuk membantu mengurangi kadar minyak pada keripik setelah digoreng. Dengan alat ini, keripik diharapkan dapat lebih cepat memasuki tahap berikutnya tanpa mengubah kualitas produk.
Selain menyerahkan alat, mahasiswa juga memberikan pendampingan kepada mitra, mulai dari penjelasan fungsi komponen mesin, demonstrasi pengoperasian, praktik penggunaan langsung, edukasi perawatan alat, hingga penyerahan buku panduan sebagai acuan penggunaan sehari-hari.
Dosen Pembimbing Lapangan, Rizki Dwi Bakhtiar Surin, mengatakan bahwa penerapan teknologi tepat guna perlu disertai pendampingan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
“Penerapan teknologi tepat guna dalam pengabdian masyarakat tidak cukup hanya dengan menyerahkan alat. Pendampingan menjadi bagian penting agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan mitra,” ujarnya.
Salah satu anggota tim, Diah Ayu Susilaningtias, menyampaikan bahwa efisiensi waktu menjadi salah satu hal yang ingin dibantu melalui program ini.
“Kami berharap tahapan setelah penggorengan bisa berlangsung lebih efisien, sehingga pelaku UMKM punya kesempatan untuk mengoptimalkan proses pengemasan maupun meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap,” katanya.
Herlik Kusmawati, pemilik UMKM Keripik Tempe, mengaku terbantu dengan kehadiran mesin tersebut.
“Biasanya saya harus menunggu sampai sore baru keripik bisa dikemas. Sekarang setelah pakai spinner, prosesnya jadi lebih cepat. Meski minyaknya belum hilang seluruhnya, tapi sudah cukup membantu,” ujarnya.
Sekretaris Desa Sukorejo turut mengapresiasi program tersebut karena dinilai sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM di desa. Ia menyampaikan bahwa kualitas keripik tetap terjaga setelah proses menggunakan mesin spinner, dan berharap alat tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung perkembangan UMKM di Desa Sukorejo.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara serah terima alat serta sesi foto bersama antara mahasiswa, mitra UMKM, dan perangkat Desa Sukorejo, menandai dimulainya pemanfaatan mesin spinner dalam proses produksi keripik tempe milik Herlik Kusmawati.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































