MERANGIN – Menurut saya, Kawasan Wisata Danau Pauh memiliki potensi besar sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Merangin. Keindahan alam dan daya tarik wisata yang dimiliki dapat menjadi aset ekonomi daerah apabila dikelola secara efektif. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan kontribusi yang optimal terhadap keuangan daerah karena masih terdapat berbagai tantangan dalam pengelolaannya.
Salah satu tantangan utama adalah masih terbatasnya promosi wisata sehingga Danau Pauh belum dikenal secara luas oleh wisatawan di luar Kabupaten Merangin. Selain itu, fasilitas pendukung seperti wahana wisata, area parkir, pusat informasi, dan sarana penunjang lainnya masih perlu ditingkatkan. Pengelolaan yang belum maksimal juga dapat memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan dan berdampak pada penerimaan retribusi yang menjadi bagian dari PAD. Di sisi lain, pemerintah juga menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan kawasan wisata dengan pelestarian lingkungan agar keindahan Danau Pauh tetap terjaga.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah daerah perlu menerapkan strategi yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan dan tata kelola. Promosi digital melalui media sosial dan kerja sama dengan pelaku industri pariwisata perlu diperkuat agar jangkauan pemasaran semakin luas. Pemerintah juga dapat menyelenggarakan festival budaya, kegiatan olahraga, atau event tahunan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan. Selain itu, pengembangan UMKM di sekitar kawasan wisata perlu didorong agar masyarakat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung, sementara pemerintah memperoleh tambahan penerimaan dari meningkatnya aktivitas wisata.
Strategi lain yang tidak kalah penting adalah penerapan sistem retribusi yang transparan dan berbasis digital, sehingga seluruh penerimaan dari tiket masuk, parkir, maupun penyewaan fasilitas dapat tercatat dengan baik dan disetorkan secara optimal ke kas daerah. Pemerintah juga perlu melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja pengelolaan kawasan wisata agar setiap kendala dapat segera diatasi.
Menurut saya, pembangunan Wisata Danau Pauh tidak boleh dipandang hanya sebagai proyek pembangunan fisik, tetapi sebagai investasi jangka panjang bagi keuangan daerah. Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya fasilitas yang dibangun, melainkan dari kemampuan kawasan wisata tersebut menarik wisatawan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, serta memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan pengelolaan yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan, Danau Pauh berpotensi menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD Kabupaten Merangin.

Oleh: Lutvia Fatkhurrohmah, Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Nurdin Hamzah Kota Jambi
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































