Gresik, seorang mahasiswa dari Real Work College (KKN) Group R26 University di Surabaya pada tanggal 17 Agustus 1945, melalui Sub-Grup 4, melaksanakan program kerja yang berjudul “Memberdayakan Masyarakat Melalui Inovasi Kompos Limbah Organik”. Program ini berlangsung pada hari Jumat, 8 Agustus 2026, dan diadakan di Balai Desa Raci Kulon, Distrik Sidayu, Kabupaten Gresik di Jawa Timur. Acara ini berlangsung pada pukul 16:00 WIB, dan dihadiri oleh para siswa KKN, penduduk desa Raci Kulon, anggota kelompok PKK, serta dosen bimbingan lapangan Achmad Naufal Irsyadi, S.Hum., M.Li.
Kegiatan tersebut dimulai dengan pendaftaran peserta, kemudian diikuti oleh pidato dari Presiden PKK Raci Kulon. Yanti mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pelaksanaan program KKN, dan meminta masyarakat untuk meningkatkan perhatian mereka terhadap pengelolaan limbah organik agar lingkungan tetap bersih. Acara tersebut kemudian diikuti dengan nyanyian Indonesia Raya, University Hymn 17 Agustus 1945 Surabaya dan PKK Mars sebagai bentuk penghormatan dan semangat kebersamaan.
Setelah memasuki acara utama, presentasi materi tersebut dilakukan oleh Ketua Bintang bersama para siswa dari KKN UNTAG Surabaya Sub Group 4.

Materi-materi tersebut meliputi pentingnya pengelolaan limbah organik, manfaat pengomposan, dan cara mengubah sampah rumah tangga menjadi kompos yang berharga.
Kompos adalah alat yang digunakan untuk memproses limbah organik, seperti sisa sayuran, buah-buahan, daun kering dan limbah dapur lainnya, menjadi pupuk kompos melalui proses dekomposisi oleh mikroorganisme. Penggunaan kompostor diharapkan dapat mengurangi volume limbah organik rumah tangga sekaligus menghasilkan pupuk yang bermanfaat bagi tanaman dan mendukung konservasi lingkungan.
Setelah presentasi materi, siswa dari Kelompok 4 KKN melakukan demonstrasi menggunakan kompos.

Peserta diperlihatkan tahap-tahap pengolahan limbah organik mulai dari penyortiran material, cara memasukkan sampah ke dalam mesin pengomposan, hingga proses pemeliharaan untuk pengkomposan yang optimal. Demonstrasi dilakukan secara langsung sehingga orang dapat dengan mudah memahami cara menggunakan komposter.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab. Masyarakat menunjukkan antusiasme yang besar dengan secara aktif mengajukan pertanyaan tentang jenis limbah yang dapat diolah, proses pengomposan dan penggunaan produk kompos untuk tanaman. Respons positif dan kepentingan publik menunjukkan bahwa inovasi kompos dianggap mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menjadi solusi dalam mengurangi limbah organik rumah tangga.
Secara keseluruhan, kegiatannya lancar, teratur dan interaktif. Program Empowering Community yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNTAG Surabaya diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Raci Kulon dalam pengelolaan limbah organik secara mandiri dan mendorong lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut ditutup dengan sebuah foto

bersama-sama sebagai dokumentasi dan simbol komitmen bersama dalam mendukung pengelolaan limbah organik di Desa Raci Kulon.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































