GRESIK – Masalah klasik yang sering dihadapi oleh desa-desa penghasil komoditas alam di Indonesia adalah ketergantungan yang terlalu tinggi pada penjualan bahan mentah. Kondisi ini membuat kesejahteraan masyarakat cenderung jalan di tempat akibat rahang harga pasar dan tekanan tengkulak.
Realitas itulah yang melatarbelakangi mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya yang tengah melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (KKN) di Desa Sukorejo, Pasuruan, untuk menghadirkan solusi konkret. Mereka sukses menggelar program hilirisasi perikanan dengan mengubah komoditas udang segar menjadi berbagai produk olahan kreatif bernilai jual tinggi.
Selama ini potensi udang di Desa Sukorejo sangat melimpah, namun pemanfaatannya belum optimal karena warga langsung menjualnya dalam bentuk mentah. Melihat celah tersebut, mahasiswa UNTAG Surabaya menggandeng Bapak Solikhin, salah satu penjual udang senior di desa setempat, sebagai mitra pelatihan dan penggerak program utama.
“Kami ingin mengubah pola berpikir dari sekadar menjual bahan mentah menjadi produk olahan kreatif. Dengan sentuhan inovasi sederhana, udang bisa disulap menjadi produk konsumsi yang tahan lama, memiliki kemasan menarik, dan otomatis menaikkan harga jualnya di pasaran,” ujar Robert Alvin Endyan Syah, perwakilan mahasiswa KKN UNTAG Surabaya.
Bagi Bapak Solikhin, tantangan terbesar selama ini adalah memutar modal dengan cepat agar udang segar tidak membusuk dan berujung rugi. Melalui pendampingan intensif ini, ia dan warga desa diajak untuk memecahkan keterbatasan tersebut.
– Pendekatan Praktis dan Berkelanjutan
Untuk memastikan pembelajaran dapat diserap dengan baik, siswa menanggalkan teori-teori rumit bangku kuliah dan menerapkan metode *learning by doing*. Mereka mendampingi Bapak Solikhin, para ibu rumah tangga, serta pelaku UMKM setempat melalui emisi dan praktik memasak langsung di dapur.
Tidak berhenti pada proses produksi yang higienis, kelompok mahasiswa KKN ini juga memberikan pembekalan komprehensif yang meliputi:
1. Standardisasi produk:
Menjamin keamanan dan kualitas pangan hasil olahan.
2. Teknik pengemasan (packaging):
Menggunakan desain modern untuk memperpanjang masa simpan dan memikat konsumen.
3. Pemasaran digital (pemasaran digital):
Membuka akses pasar yang lebih luas ke luar daerah melalui platform digital.
– Menyalakan Kemandirian Ekonomi Desa
Keterlibatan aktif Bapak Solikhin diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya pusat oleh-oleh atau produk khas baru yang mandiri di Desa Sukorejo, bahkan setelah masa mahasiswa KKN berakhir. Keberhasilan pengabdian ini utamanya akan dibuktikan dari konsistensi warga dalam melanjutkan usaha ini secara mandiri.
Melalui program ini, mahasiswa UNTAG Surabaya telah membuktikan peran nyata mereka sebagai agen perubahan (agent of change) yang mampu menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan riil masyarakat. Kolaborasi erat antara mahasiswa dan pelaku usaha lokal seperti Bapak Solikhin menjadi bukti bahwa keseimbangan ekonomi desa dapat diwujudkan secara bergotong-royong, dimulai dari inovasi sederhana di tingkat lokal.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































