Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menunjukkan dedikasinya dalam program pemberdayaan masyarakat. Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 26, sebuah inovasi teknologi tepat guna berupa alat penggiling daging manual dihibahkan untuk mendongkrak produktivitas usaha kecil di Gresik.
GRESIK — Keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengolahan produk pangan beku (frozen food) di Desa Raci Kulon, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun, laju produksi kerap terhambat oleh keterbatasan peralatan. Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian dari KKN Reguler 26 Untag Surabaya turun tangan membawa solusi praktis.
Di bawah bimbingan dosen Achmad Naufal Irsyadi, S.Hum., M.Li., tim mahasiswa yang terdiri dari lintas disiplin ilmu — yakni Teknik Elektro, Psikologi, Manajemen, dan Teknologi Rekayasa Manufaktur — berkolaborasi merancang teknologi tepat guna (TTG) yang disesuaikan dengan kebutuhan riil mitra pelaku usaha di lapangan.
Kegiatan utamanya adalah perancangan, pembuatan, dan penyerahan inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat penggiling daging manual yang higienis Program ini juga dikemas dengan pelatihan terpadu yang mencakup sosialisasi standar operasional alat, tata cara perawatan anti-karat, sanitasi pangan, hingga pelatihan pencatatan keuangan sederhana dan pemasaran digital bagi para pelaku usaha.
Tujuan utama program ini adalah menyelesaikan masalah ketidak efisienan proses produksi yang dialami mitra . Selama ini, para pelaku usaha harus mengeluarkan biaya dan waktu ekstra karena mengandalkan jasa penggilingan pihak luar atau menggunakan cara sederhana yang hasilnya kurang merata Kehadiran alat ini ditujukan untuk memangkas waktu kerja, mengurangi biaya operasional, serta memastikan tekstur daging yang dihasilkan lebih seragam dan berkualitas
Inovasi ini diharapkan mampu mendongkrak kapasitas produksi harian mitra UMKM frozen food minimal sebesar 30%, serta memangkas waktu proses penggilingan hingga 50% . Secara jangka panjang, program ini diharapkan melahirkan UMKM yang mandiri secara teknologi dan manajerial, memperluas jangkauan pasar, dan secara langsung meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Desa Raci Kulon secara berkelanjutan
Masyarakat dan pelaku UMKM di Desa Raci Kulon menyambut program ini dengan sangat antusias. Mereka merasa inovasi yang diberikan sangat relevan dan tepatsasaran. Dengan adanya alat penggiling ini, masalah ketergantungan pada jasa pihakketiga dapat teratasi, yang otomatis memperbesar margin keuntungan mereka . Desain alat yang mudah digunakan, dibersihkan (hanya dengan air hangat dan sabun), serta ukurannya yang compact dinilai sangat cocok untuk skala industri rumahan
Ketua tim pengusul, Achmad Naufal Irsyadi, beserta para mahasiswa memandang kegiatan ini sebagai wujud nyata keberhasilan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi . Tim merasa bangga dapat menerapkan ilmu dari bangku kuliah langsung ke tengah masyarakat . Mereka menekankan bahwa nilai keberhasilan tidak hanya diukur dari pembuatan alat, melainkan juga dari kemampuan mitra untuk mengoperasikan dan merawatnya secara mandiri, sehingga manfaatnya berkesinambungan
Program yang dilaksanakan pada bulan Juli 2026 ini bukan sekadar penyerahan bantuan, melainkan transfer ilmu secara komprehensif. Diharapkan, langkah kecil dari mahasiswa KKN Untag Surabaya ini dapat memicu efek domino yang positif bagi pertumbuhan wirausaha lokal di Kabupaten Gresik, serta menjadi inspirasi bagi daerah lainnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































