Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Salemba terus melakukan penguatan tata kelola organisasi melalui inovasi berbasis teknologi informasi. Salah satu langkah strategis yang dikembangkan adalah penerapan Sistem Informasi Penempatan Narapidana (SIPENA) berbasis QR Code sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengawasan dan pengelolaan data warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Inovasi SIPENA dikembangkan untuk menjawab kebutuhan organisasi terhadap sistem informasi yang lebih cepat, akurat, dan mudah diakses oleh petugas. Sebelumnya, pengelolaan data hunian warga binaan masih menggunakan papan sterek manual yang memiliki keterbatasan dalam proses pembaruan data serta berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan.
Melalui penerapan papan sterek digital, data penempatan warga binaan dapat dikelola secara lebih sistematis dengan memanfaatkan teknologi QR Code. Petugas dapat memperoleh informasi hunian melalui perangkat elektronik sehingga proses pemeriksaan kamar, monitoring penghuni, dan pelaksanaan tugas pengamanan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas IIA Salemba, Dedy Reynald Sirait, A.Md.P., S.H., M.A., menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi dinamika tugas pemasyarakatan yang semakin kompleks. Pemanfaatan teknologi melalui SIPENA diharapkan dapat mendukung petugas dalam menyediakan informasi yang valid sebagai dasar pelaksanaan pengawasan keamanan dan ketertiban.
SIPENA juga mendukung proses pengambilan keputusan berbasis data melalui penyediaan dashboard monitoring digital. Dengan sistem tersebut, pimpinan dapat memperoleh gambaran kondisi hunian secara lebih cepat sehingga mampu menentukan langkah pengendalian dan evaluasi secara tepat.
Dalam implementasinya, Lapas Kelas IIA Salemba melakukan berbagai tahapan mulai dari pengembangan sistem, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pelaksanaan sosialisasi, pelatihan petugas, hingga evaluasi penggunaan aplikasi. Tahapan tersebut dilakukan agar inovasi dapat berjalan secara optimal dan menjadi bagian dari budaya kerja organisasi.
Selain memberikan manfaat bagi petugas pengamanan, penerapan SIPENA juga mendukung terwujudnya pelayanan pemasyarakatan yang lebih transparan dan akuntabel. Sistem digital ini mampu meminimalkan risiko kesalahan administrasi, mempercepat akses informasi, serta meningkatkan kualitas pengawasan terhadap warga binaan.
Melalui inovasi SIPENA, Lapas Kelas IIA Salemba menunjukkan komitmennya dalam mendukung reformasi birokrasi dan transformasi digital pemerintahan. Ke depan, sistem ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai model pengelolaan data hunian yang modern dan dapat diterapkan pada satuan kerja pemasyarakatan lainnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































