GRESIK – Stunting dan gizi kurang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Desa Ngabetan. Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya GENTING (Gerakan Ngabetan Anti Stunting) sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak awal kehidupan melalui edukasi tentang ASI eksklusif, 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan menu gizi seimbang.
Program ini diselenggarakan sebagai respons terhadap masih rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif di Desa Ngabetan. Berdasarkan data tahun 2025, capaian ASI eksklusif di wilayah tersebut belum memenuhi target yang ditetapkan. Salah satu faktor yang menjadi penyebab adalah masih adanya anggapan di kalangan ibu bahwa produksi ASI tidak keluar atau tidak mencukupi, sehingga pemberian ASI eksklusif tidak dapat dilakukan.
Melalui kegiatan GENTING, penyelenggara berupaya meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu menyusui mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif sebagai fondasi utama tumbuh kembang bayi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan sebagai masa emas pertumbuhan anak serta mendorong penerapan menu gizi seimbang sebagai langkah pencegahan stunting.
Kegiatan edukasi dilaksanakan di Posyandu Perumahan Patra, Desa Ngabetan, dengan melibatkan ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu yang memiliki balita sebagai sasaran utama. Pemilihan kelompok sasaran tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia dua tahun.
Dalam pelaksanaannya, edukasi diberikan melalui penyuluhan, diskusi, dan sesi tanya jawab yang memungkinkan peserta memperoleh informasi sekaligus berkonsultasi mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi selama kehamilan, menyusui, maupun pemenuhan gizi anak.

Materi pertama yang disampaikan berfokus pada pentingnya ASI eksklusif. Peserta diberikan pemahaman mengenai pengertian, manfaat, dan pentingnya pemberian ASI selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Edukasi juga menekankan berbagai cara untuk meningkatkan produksi ASI, seperti menyusui lebih sering, menerapkan perlekatan yang benar saat menyusui, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta memperoleh dukungan dari keluarga.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman untuk meluruskan anggapan bahwa ASI yang belum keluar pada awal masa menyusui bukan berarti seorang ibu tidak dapat memberikan ASI kepada bayinya. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam memberikan ASI eksklusif sesuai anjuran.

Materi berikutnya membahas pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu periode yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut dipandang sebagai fase paling menentukan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga memerlukan perhatian khusus terhadap pemenuhan gizi ibu selama kehamilan, pemantauan pertumbuhan anak secara rutin di posyandu, serta berbagai upaya pencegahan stunting sejak dini.
Selain membahas ASI eksklusif dan 1.000 HPK, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai penerapan menu gizi seimbang melalui konsep “Isi Piringku” sebagai panduan konsumsi makanan sehari-hari. Peserta diperkenalkan pada pentingnya mengonsumsi karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur, buah, serta air putih dalam jumlah yang seimbang untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak.
Dalam penyampaian materi, peserta juga diberikan contoh menu bergizi yang dapat disusun dari bahan pangan lokal sehingga lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi tersebut turut menekankan pentingnya variasi makanan agar kebutuhan zat gizi dapat terpenuhi secara optimal sesuai kebutuhan ibu maupun anak.
Melalui kegiatan GENTING, masyarakat diajak memahami bahwa pencegahan stunting tidak hanya dilakukan ketika anak mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi harus dimulai sejak masa kehamilan dan berlanjut hingga anak berusia dua tahun. Pemberian ASI eksklusif, pemenuhan gizi seimbang, serta pemantauan kesehatan secara rutin menjadi fondasi penting dalam menciptakan tumbuh kembang anak yang optimal.
Ke depan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ASI eksklusif, 1.000 Hari Pertama Kehidupan, dan penerapan gizi seimbang. Dengan meningkatnya cakupan pemberian ASI eksklusif di Desa Ngabetan serta berjalannya upaya pencegahan secara berkelanjutan, angka stunting dan gizi kurang diharapkan dapat terus menurun sehingga terwujud generasi yang lebih sehat, berkualitas, dan berdaya saing.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































