Lombok Timur – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram Desa Sembalun Bumbung II melaksanakan sosialisasi inovasi teh kulit kopi (teh cascara) pada Sabtu (18/7/2026) di Aula Kantor Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja utama mahasiswa KKN yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan kulit kopi sebagai produk bernilai tambah guna mendukung peningkatan perekonomian masyarakat.
Desa Sembalun Bumbung merupakan salah satu sentra penghasil kopi di Kabupaten Lombok Timur. Selama ini pemanfaatan kopi masih fokus pada pengolahan bijinya, sementara kulit kopi sebagai hasil samping belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui inovasi teh kulit kopi, mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram mendorong pengembangan produk turunan kopi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus berpotensi menjadi produk unggulan desa.
Sosialisasi diikuti oleh petani kopi, kader desa, dan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Nindi Maulina Wardiani dan Ni Kadek Asti Sadiani memaparkan proses pembuatan teh kulit kopi, manfaat produk, serta peluang pengembangannya sebagai usaha berbasis potensi lokal. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi mengenai teknik pengolahan, pengemasan, hingga strategi pemasaran produk.
Ketua KKN PMD Universitas Mataram Desa Sembalun Bumbung II, Lintang Tanjung Pangestu, menyampaikan bahwa program tersebut lahir dari hasil identifikasi potensi desa yang memiliki peluang untuk dikembangkan melalui inovasi berbasis sumber daya lokal.
“Kami menyadari bahwa masyarakat Desa Sembalun Bumbung telah memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luar biasa dalam mengelola kopi. Melalui program ini, kami hanya berupaya menghadirkan alternatif pemanfaatan kulit agar kopi dapat memberikan nilai tambah. Harapannya, inovasi ini dapat menjadi inspirasi yang bermanfaat dan terus dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimiliki masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan program sosialisasi Profesor Berdampak Universitas Mataram yang bertema “Penerapan Budidaya Sehat Tanaman Kopi untuk Meningkatkan Kualitas dan Nilai Produk Olahan pada Sembalun Coffee Store Roastery and Farm.” Pada kesempatan tersebut, Prof. M. Sarjan menekankan penerapan penerapan budidaya kopi yang sehat untuk meningkatkan kualitas hasil panen dan memperkuat daya saing produk olahan kopi.
Kolaborasi antara KKN PMD Universitas Mataram Desa Sembalun Bumbung II dan Program Profesor Berdampak Universitas Mataram merupakan wujud komitmen Universitas Mataram dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang memberikan solusi nyata dalam mengoptimalkan potensi lokal, meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Program inovasi teh kulit kopi ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal, Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan hasil samping kopi menjadi produk bernilai tambah, serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk tujuan bertujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Penjabat Kepala Desa Sembalun Bumbung, Hizmanurrozi, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN Universitas Mataram. Menurutnya, pemanfaatan kulit kopi menjadi teh merupakan langkah inovatif yang dapat memberikan nilai tambah terhadap komoditas kopi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram Desa Sembalun Bumbung II. Inovasi ini menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Kami berharap program ini dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga menjadi salah satu produk unggulan Desa Sembalun Bumbung,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram Desa Sembalun Bumbung II berharap inovasi teh kulit kopi dapat menjadi langkah awal dalam mendorong hilirisasi komoditas kopi di Desa Sembalun Bumbung. Dengan pemanfaatan kulit kopi yang selama ini belum dioptimalkan, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan produk bernilai tambah, berdaya saing, dan memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































