Magelang, 22 Mei 2026 – Pendidikan sains pada jenjang sekolah dasar memegang peranan vital dalam membangun fondasi rasa ingin tahu, cara berpikir kritis, serta keberanian anak untuk bereksperimen. Namun, seringkali sains dianggap sebagai momok pelajaran yang rumit dan membosankan akibat dominasi metode teoretis di ruang kelas. Menjawab tantangan tersebut, GENSCI Indonesia hadir melalui program Workshop Anak Bangsa dengan mengusung tema “Dari Dasar Menuju Puncak Impian” di SD Negeri Tlogorejo, Kabupaten Magelang, pada Jumat, 22 Mei 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan sains secara interaktif, menumbuhkan kreativitas, serta mengubah stigma bahwa sains adalah bidang ilmu yang kaku menjadi sesuatu yang sangat aplikatif dan menyenangkan. Pelaksanaan program inspiratif ini dapat berjalan dengan sukses berkat dukungan penuh dari berbagai pihak kolaboratif, termasuk BAKTI NUSA, GREAT Edunesia Dompet Dhuafa, serta jajaran Perangkat Desa Tlogorejo yang senantiasa mendampingi dan memfasilitasi jalannya inisiatif pemberdayaan pendidikan ini.
Acara dimulai sejak pagi hari dengan persiapan matang dari seluruh panitia. Sesampainya di sekolah, para siswa kelas 1 hingga 6 dikondisikan terlebih dahulu ke dalam kelompok belajar masing-masing oleh guru dan pendamping lapangan (LO). Rangkaian acara dibuka secara resmi dengan kegiatan senam pagi bersama untuk membakar energi positif siswa, dilanjutkan dengan pengkondisian kelompok di pos-pos eksperimen yang telah disiapkan.
Rangkaian kegiatan Workshop Anak Bangsa berjalan secara interaktif mulai dari persiapan panitia dan alat eksperimen, siswa masuk kelas dan pengondisian kelompok, pembukaan singkat serta perkenalan GENSCI di tiap pos, pelaksanaan Eksperimen Sesi 1 hingga Sesi 3 dengan rotasi kelompok antar pos yang dipandu oleh LO dan mentor pos, istirahat ringan, pengondisian lapangan, penjelasan program kursus atau kelas belajar GENSCI, sesi kesan dan pesan dari siswa, guru, dan panitia, penyerahan plakat penghargaan kepada pihak sekolah oleh Ketua GENSCI, foto bersama serta dokumentasi akhir oleh tim media, hingga ditutup dengan kepulangan peserta dan panitia
Workshop ini tidak sekadar menghadirkan hiburan visual, melainkan dirancang secara saintifik agar siswa memahami konsep dasar ilmu pengetahuan melalui praktik langsung. Terdapat tiga pos eksperimen utama yang dieksplorasi oleh siswa secara bergiliran beserta landasan teorinya:

– Eksperimen Gunung Meletus (Pos 1)
Teori & Konsep: Eksperimen ini mendemonstrasikan reaksi kimia antara soda kue (natrium bikarbonat) dan cuka (asam asetat). Ketika kedua bahan dicampurkan, terjadi reaksi yang menghasilkan gas karbon dioksida (CO_2). Gas ini membentuk gelembung dan mendorong cairan keluar dari wadah sehingga terlihat seperti letusan gunung berapi sungguhan.
– Eksperimen Pelangi Berjalan / Walking Rainbow (Pos 2)
Teori & Konsep: Eksperimen ini menjelaskan konsep kapilaritas, yaitu kemampuan air bergerak melalui celah-celah kecil pada serat tisu. Air berwarna merambat ke gelas berikutnya melalui tisu, kemudian warna-warna primer bercampur menghasilkan warna baru (seperti biru dan kuning menjadi hijau, atau merah dan kuning menjadi oranye).
– Eksperimen Tornado Air (Pos 3)
Teori & Konsep: Eksperimen tornado air menjelaskan konsep gaya sentripetal dan pembentukan pusaran (vortex). Saat botol diputar, air bergerak melingkar dan membentuk pusaran sehingga udara dapat masuk melalui bagian tengah. Akibatnya, air mengalir ke bawah lebih cepat dibandingkan jika tidak ada pusaran.
Suasana workshop dipenuhi oleh gelak tawa dan rasa takjub dari para siswa SDN Tlogorejo. Meskipun terdiri dari berbagai jenjang kelas, para siswa sangat mudah dikoordinasikan oleh para fasilitator. Mereka menunjukkan keberanian luar biasa untuk aktif bertanya, berebut mencoba langsung bahan-bahan eksperimen, serta memancarkan ekspresi kagum saat melihat perubahan warna pada pelangi berjalan atau letusan buih dari simulasi gunung berapi. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman langsung mampu membangkitkan motivasi belajar anak secara instan.
Tidak hanya berhenti pada pengenalan eksperimen sains secara langsung, GENSCI Indonesia juga memperkenalkan program lanjutan berupa kelas belajar atau kursus sains khusus yang dirancang untuk mendampingi anak-anak mendalami ilmu pengetahuan lebih jauh. Menariknya, program kelas belajar ini dihadirkan dengan sistem BAYAR SEIKHLASNYA, sebagai bentuk komitmen nyata GENSCI untuk memastikan setiap anak di berbagai kalangan memiliki akses yang setara terhadap pendidikan sains yang berkualitas, menyenangkan, dan inspiratif tanpa terkendala biaya.
Sebagai puncak apresiasi atas terjalinnya kerja sama program antara pihak sekolah dan komunitas, dilakukan prosesi penyerahan plakat penghargaan secara langsung oleh Direktur Utama sekaligus Ketua GENSCI Indonesia, Uswatun Khasanah binti Salim, kepada pihak sekolah.
”Makasih banyak sudah ngasih ilmu bermanfaat buat anak-anak SD Tlogorejo. Semoga mbak dan semua tim GENSCI selalu sehat dan sukses selalu. Mohon maaf atas kekurangan kami. Pintu kami selalu terbuka untuk kreativitas dan inovatif tim GENSCI. Kami menunggu kiprah selanjutnya. Menurut saya acara GENSCI sangat berkesan dan menginspiratif untuk tujuan perubahan inovatif yang nyata untuk berproses dan berdampak bagi masyarakat.” Saran Keberlanjutan, Selalu berinovasi belajar sepanjang hayat tetap semangat untuk membangun komunitas menuju perubahan dan berdampak bagi masyarakat. – Tri Pawestri Utami, S.Pd.SD (Kepala SDN Tlogorejo)
Hal senada juga diungkapkan oleh perwakilan murid kelas 5, Aisha Zakiyatul Maliha:
”Kegiatannya seru banget. Aku juga seneng, bisa nambahin ilmu aku. Kegiatannya ada peristiwa gunung meletus, disitu aku bisa tau bagaimana terjadinya gunung meletus, busanya bagaikan lava yg kayak meluap dari gunung. Keren banget kak! Terus ada tornado air, tornado airnya keren banget bisa jadi pusaran air di botol. Yang terakhir jembatan pelangi namanya, itu juga bagus banget warna pelanginya bisa jalan gitu keren juga. Aku suka semua kegiatan dari kakak-kakak GENSCI. Engga ada kekurangan kok kak, semuanya keren dan bagus juga. Kakak-kakaknya ramah dan baik juga aku suka!”

Kesuksesan acara ini tentu tidak lepas dari kerja keras dan dedikasi tinggi dari seluruh tim relawan serta fasilitator GENSCI Indonesia:
POS 1 : Uswatun Khasanah dan Liwaul Izzati H.
POS 2 : Shely Millata Husna dan Mudiana Laila H.
POS 3 : Mhd Annajmi Al-Hadid dan Sulthan Muhammad Rizky
Tim Pendukung & Dokumentasi: Ulfa Sagita (LO & Time Keeper), Sausan Mahira & Ikmal Faiq (Media).
Melalui penyelenggaraan Workshop Anak Bangsa di SDN Tlogorejo ini, GENSCI Indonesia berharap semangat literasi sains di kalangan anak-anak pedesaan dapat terus tumbuh subur. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang kokoh dalam mencetak generasi muda Indonesia yang kritis, kreatif, inovatif, dan siap menjemput impian masa depan mereka dari dasar kelas menuju puncak prestasi tertinggi
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































