TUBAN, 3 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 8 Universitas Airlangga (Unair) menggelar program edukasi gizi dan olahan pangan bertajuk MASAK (Makanan Sehat Anak Kaya Gizi) di Desa Tunggulrejo, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban Senin (3/8). Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Balita setempat ini digagas berkolaborasi dengan Bidan Desa serta kader kesehatan guna menekan risiko stunting melalui pemanfaatan bahan pangan lokal.
Dalam program ini, tim KKN-BBK 8 Unair memperagakan demonstrasi pembuatan Bola Ubi Isi Keju. Pemilihan ubi jalar sebagai bahan utama bertujuan untuk mempopulerkan sumber karbohidrat kompleks, serat, dan Vitamin A yang terjangkau, dipadukan dengan kalsium serta protein dari keju. Olahan ini dirancang sebagai inovasi makanan pendamping ASI (MPASI) dan kudapan sehat anak yang praktis, ekonomis, serta bebas bahan pengawet.
Bidan Desa Tunggulrejo, Bidan Hanni, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan aktif mahasiswa dalam mendampingi program kesehatan masyarakat desa.
“Sangat bermanfaat dan aktif ya di dalam keikutsertaan kegiatan. Cuma ya itu tadi, tidak bisa keseluruhan (diikuti warga) karena keterbatasan tempat seperti kelas ibu hamil atau kelas balita kemarin. Untuk pemberian edukasi, ini cukup bagus dan semoga bisa diterima oleh peserta yang mengikuti penyuluhan,” ujar Bidan Hanni.
Antusiasme serupa dirasakan oleh para peserta yang hadir. Ibu Ariska, salah satu warga peserta Posyandu yang memiliki bayi berusia 5 bulan, menyambut baik edukasi serta demonstrasi memasak yang disajikan.
“Tanggapan saya baik, sangat membantu. Apalagi bayi saya baru berumur 5 bulan, jadi resep ini bisa menjadi contoh yang sangat berguna untuk persiapan MPASI besok,” ungkap Ibu Ariska.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian edukasi mengenai isi piringku untuk balita, yaitu edukasi mengenai jenis-jenis MPASI dan keutamaan pemberian makanan rumahan daripada makanan olahan atau kemasan. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan snack berupa bola ubi. Setelah edukasi dan demonstrasi kegiatan dilanjutkan dengan penimbangan, pengukuran tumbuh kembang balita, pemberian vitamin dan pemberian obat cacing oleh bidan desa dan kader posyandu.
Melalui program MASAK ini, mahasiswa KKN-BBK 8 Unair bersama Pemerintah Desa Tunggulrejo berharap pola asuh gizi berbasis bahan pangan lokal dapat terus diterapkan secara mandiri oleh setiap keluarga. Sinergi ini diharapkan menjadi langkah nyata dan berkelanjutan dalam mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, serta terbebas dari ancaman stunting di masa depan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































