Pati (31/7) – Julukan “Bumi Mina Tani” yang melekat pada Kabupaten Pati bukan sekadar cuitan belaka, melainkan faktor geografis dan sosiologis masyarakatnya yang didesain agraris. Salah satu kopi kondang khas Bumi Mina Tani adalah kopi Bageng dari Lereng Muria, tepatnya di Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Diberkahi dengan tanah vulkanis yang subur, desa ini sejak lama menjadi rumah bagi biji kopi berkualitas.
Kopi Bageng sendiri merupakan varietas kopi robusta hasil kloning BP308 yang kemudian dibudidayakan secara lokal, sehingga menciptakan biji kopi dengan cita rasa yang khas dan otentik.
Namun, seiring berjalannya waktu, para petani setempat menyadari bahwa mereka tidak bisa terus-menerus bergantung pada penjualan biji kopi mentah ke tengkulak. Mereka mulai berinovasi menjaga tradisi leluhur dengan mengolah sendiri hasil panen tersebut menjadi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain itu, hadirnya iklim agrowisata di Desa Bageng bermuara terhidangnya kopi Bageng di cangkir-cangkir Nusantara, hingga ranah mancanegara.
Salah satu sosok inspiratif penggerak roda UMKM kopi di Desa Bageng adalah Nia (51). Melihat potensi besar dari kebun kopi yang dirawatnya, Nia memutuskan untuk mengambil langkah berani demi meningkatkan nilai ekonomis hasil panennya. Pada tahun 2019, ia resmi memulai usaha pengolahan kopi mandiri yang diberi label “Kopi Cap 234”. Berbekal pengetahuan bertani yang diwariskan secara turun-temurun, Nia memproses sendiri biji kopinya dengan telaten, mulai dari proses pemetikan ceri merah, penjemuran, hingga teknik pemanggangan (roasting) yang masih mempertahankan sentuhan tradisional.
“Kemarin sempat ada turis dari Taiwan langsung petik langsung di kebun belakang. Alhamdulillah, tetap ada orderan, meskipun promosinya masih dari Facebook atau mulut ke mulut. Kemarin juga ada program dari Shopee, tapi dari saya pribadi masih belum siap,” tutur Nia.
Perkembangan UMKM seperti yang dirintis oleh Nia memberikan dampak positif yang berlipat ganda bagi masa depan Desa Bageng. Sinergi yang apik antara produk UMKM dan sektor agrowisata membuat desa ini semakin hidup. Wisatawan yang berkunjung kini bisa menikmati sejuknya udara pegunungan sambil menyeruput secangkir kopi otentik khas Bageng yang diracik langsung oleh tangan terampil warganya. Lebih dari sekadar urusan ekonomi, geliat usaha seperti “Kopi Cap 234” menjadi benteng untuk menjaga kelestarian tradisi bertani masyarakat setempat agar tidak tergerus zaman. Ke depannya, produk-produk kopi lokal dari desa ini diharapkan mampu menembus pangsa pasar yang lebih luas, membawa harum nama Pati, sekaligus mendongkrak kesejahteraan hidup para petani kopi, baik di Desa Bageng atau desa penghasil kopi lain.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































