Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui program yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Pada pelaksanaan KKN Mandiri di Desa ITCI, Kabupaten Penajam Paser Utara, saya memilih mengangkat tema pemberdayaan masyarakat melalui demonstrasi pengolahan makanan dan pelatihan dasar manajemen usaha kuliner bagi ibu rumah tangga.
Pemilihan program ini berangkat dari potensi besar yang dimiliki ibu rumah tangga untuk mengembangkan usaha kuliner skala rumahan. Banyak produk makanan yang sebenarnya dapat dibuat dengan bahan sederhana dan modal yang relatif terjangkau. Namun, dengan keterampilan memasak saja juga belum cukup. Pelaku usaha juga perlu memahami cara menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, menjaga kebersihan makanan, hingga mengemas produk agar menarik bagi konsumen.
Sebagai lulusan D3 Tata Boga yang saat ini melanjutkan studi S1 Manajemen, serta mempunyai pengalaman bekerja di salah satu hotel bintang 4 di Balikpapan, saya berupaya menggabungkan pengalaman di bidang pengolahan makanan dengan pengetahuan manajemen usaha ke dalam kegiatan KKN. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya belajar membuat produk makanan, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai dasar-dasar kewirausahaan yang dapat diterapkan dalam usaha kuliner rumahan.
Kegiatan ini diawali dengan koordinasi bersama pihak desa, dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan pangsit ayam sebagai salah satu contoh produk yang mudah dipraktikkan dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan. Selama demonstrasi, peserta diberikan penjelasan mengenai pemilihan bahan baku, penerapan higiene dan sanitasi pangan, teknik pengolahan yang baik, serta cara penyimpanan produk.
Selain praktik memasak, peserta juga di perkenalkan dengan konsep Harga Pokok Produksi (HPP), penentuan harga jual, dan perhitungan keuntungan sederhana. Materi ini diberikan agar peserta memahami bahwa keberhasilan usaha tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada kemampuan mengelola biaya dan menentukan harga yang sesuai.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, peserta memperoleh e-book yang berisi kumpulan resep praktis, contoh perhitungan HPP, penentuan harga jual, serta tips memulai usaha kuliner rumahan. Dengan adanya e-book tersebut, peserta dapat mempelajari kembali materi yang telah disampaikan dan mempraktikkannya secara mandiri setelah kegiatan KKN berakhir.
Melalui kegiatan ini, terlihat bahwa pelatihan sederhana dapat memberikan dampak positif apabila disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Antusiasme peserta selama mengikuti demonstrasi menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan pendampingan praktis dalam mengembangkan keterampilan dan usaha berbasis rumah tangga.
Program KKN ini memberikan pengalaman berharga, tidak hanya bagi masyarakat sebagai penerima manfaat, tetapi juga bagi mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan. Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi pembelajaran bahwa pemberdayaan tidak harus selalu dimulai dengan program yang besar. Berbagi keterampilan yang sederhana, disertai pengetahuan dasar manajemen usaha, dapat menjadi langkah awal untuk mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi keluarga.
Semoga kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, membuka peluang usaha, dan memperkuat perekonomian keluarga melalui sektor kuliner.
Penulis: Faridatul Munawaroh
Mahasiswa Program Studi Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Surabaya
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































